Kira-kira setahun yang lalu, ketika pasukan Israel membombardir Gaza-Palestina, seorang alim duduk tafakur di atas sajadahnya. Ia berdoa semoga Allah selalu memberikan keselamatan, kedamaian, dan ketenangan kepada Bangsa Palestina yang sedang mengalami tragedi kemanusiaan itu. Namun, ia juga berdoa, semoga Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang Yahudi agar mereka sadar akan kekhilafannya selama ini. Ia mafhum mengapa orang-orang Yahudi sampai melakukan semua itu. Hal tersebut tak lain karena orang-orang Yahudi tak menyadari atau mungkin tak mengetahui bahwa yang mereka lakukan itu adalah suatu kesalahan, kezaliman, dan kejahatan kemanusiaan.
Baca entri selengkapnya »
Ya Allah, Berikanlah Petunjuk-Mu kepada Orang-orang Yahudi
2 November 2009 pada 7:23 AM (Beriman secara Lapang)
Tags: akhlak Rasulullah, arab, israel, Muslim, suri tauladan, Yahudi, Yasser Arafat, Yitzak Rabin
Tiba-Tiba Menjadi Islam
29 Oktober 2009 pada 8:06 AM (Beriman secara Lapang)
Tags: agama, Iman, Islam, keyakinan, neraka, simbol, surga, terpaksa
Warisan. Mungkin kata itulah yang tepat untuk menggambarkan agama, keyakinan, dan kepercayaan yang kita anut selama ini. Umat beragama apapun itu. Tak terkecuali mayoritas Umat Islam. Bahkan hal tersebut sudah kita warisi semenjak lahir. Jadi, ketika kita lahir, tiba-tiba kita sudah menjadi Islam. Hinggalah kita beranjak besar, remaja, dewasa, tua, hingga kematian menjemput. Tak terkecuali aku.
Baca entri selengkapnya »
Keistimewaan Ramadhan
11 September 2009 pada 9:53 AM (Islamika, Mozaik Islam)
Tags: laylatul quran, nuzulul quran, puasa, ramadhan
Rasulullah pernah mengungkapkan pesan yang merupakan doa agar kita pun mengikutinya, yaitu:
Allahumma baarikna fi rajjab wa baarikna fi sya’ban wa baalikna ila ramadhan (Ya Allah, anugerahkanlah berkah kepada kami pada bulan Rajjab, dan anugerahkanlah berkah kepad akami pad abulan Sya’ban, serta sampaikanlah kami semuanya kepada bulan Ramadhan).
Baca entri selengkapnya »
Puasa dan Spirit Musyawarah
8 September 2009 pada 7:05 AM (Islamika, Mozaik Islam)
Tags: beriman, musyawarah, puasa, takwa
Sudah sering kita mendengar tentang tujuan puasa seperti yang termaktub pada Surah Al-Baqarah ayat 183:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Baca entri selengkapnya »
Puasa dan Pesan Moral di Dalamnya
1 September 2009 pada 10:50 AM (Islamika, Mozaik Islam)
Tags: moral, pesan moral, puasa, ramadan, ramadhan, takwa
Ayat-ayat yang terkait dengan puasa tidak hanya Al-Baqarah ayat 183, melainkan jika kita perhatikan, ternyata ada tiga “la alla” di Surah Al-Baqarah, yaitu: ayat 183, 185, dan 187. Pertama: la allakum tattaqun, kedua: la allakum tasykurun, dan ketiga: la allahum yarsyudun.
Baca entri selengkapnya »
Beribadah Puasa di Negeri yang Pada Suatu Musim Matahari Tak Pernah Tenggelam
21 Agustus 2009 pada 10:56 AM (Islamika, Mozaik Islam)
Tags: fiqh, Leningrad, Moscow, musim panas, puasa, St. Petersburg, tropis
Suatu ketika saya pulang dari Amerika belasan jam di dalam pesawat. Di dalam pesawat, saya pun sambil membaca buku berjudul “Agama dan Sains“. Di sebelah saya ada seorang non Muslim, dia mengajak saya berdiskusi, dan kemudian saya iyakan. Dalam diskusi itu, orang non Muslim tersebut menyatakan, bahwa menurutnya Islam kok sepertinya hanya cocok untuk orang-orang yang ada di negara tropis.
Baca entri selengkapnya »
Qurratu A’yun
28 Juni 2009 pada 10:11 AM (Ensi Q - S, Ensiklopedi Cak Nur)
Tags: jiwa, kebahagiaan, kebaikan, surga, takwa, tawakkal
Qurratu a‘yun adalah suatu inti atau esensi kebahagiaan. Misalnya, tujuan dari rumah tangga ialah untuk menciptakan sakînah, yang dalam bahasa lain ialah qurratu a‘yun. Seperti ungkapan doa, Dan mereka yang berdoa, “Tuhan, jadikanlah istri-istri kami dan keturunan kami cendera mata (sebagai penyenang hati—NM) bagi kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang yang bertakwa (Q., 25:74).
Baca entri selengkapnya »
Obyektifitas Makna dan Tujuan Hidup
14 Juni 2009 pada 4:10 PM (Ensi O - P, Ensiklopedi Cak Nur)
Tags: Nazi, obyektifitas makna, rasional, tujuan hidup
Bagaimana menguji dan mengetahui bahwa konsep tentang tujuan dan makna hidup mengandung kebenaran obyektif dan universal? Terhadap pertanyaan ini, Paul Edwards menawarkan jawaban bahwa kita barangkali harus membedakan antara makna dan tujuan hidup yang bisa disepakati oleh umat manusia secara rasional dan dengan ketulusan pengertian dan makna serta tujuan hidup yang hanya secara sepintas saja nampak rasional dan penuh pengertian. Baca entri selengkapnya »















