Khatulistiwa di Sisi Sungai

Khatulistiwa di Sisi Sungai

Oleh: Hanafi Mohan

Pontianak adalah kota dengan panas sinar matahari yang begitu menyengat pada siang hingga sore harinya. Dan Dingin menusuk ke tulang sum-sum pada malam hingga subuh harinya. Kota Khatulistiwa adalah julukannya, karena kota ini pas dilalui oleh garis equator (garis lintas matahari pada nol derajat). Kota ini juga lekat dengan keberadaan Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia itu. Selain Kapuas, juga ada Sungai Landak yang merupakan anak sungai dari Sungai Kapuas.

Secara keseluruhan, wilayah kota ini terbagi menjadi tiga wilayah. Pemisah ketiga ketiga wilayah tersebut adalah Sungai Kapuas dan Landak. Pertemuan dua sungai ini disebut sebagai Simpang Tiga yang tak jauh dari situ terdapat Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrahman dan Istana Qadriah yang kedua-keduanya merupakan situs bersejarah peninggalan Kesultanan Pontianak.

Keunikan kota ini terletak pada pesisir sungainya yang disitu akan didapati kehidupan masyarakat Pontianak yang begitu khas. Ada rumah-rumah tradisional Melayu, pasar di tepi sungai, jembatan Kapuas dan Landak, kafe terapung, pelabuhan, alun-alun, feri penyeberangan sungai, sampan, spid, kapal, bandong, rakit, tongkang, industri karet, industri kayu, industri pasir, dan masih banyak lagi, yang semuanya tumpah-ruah di sungai dan sekitarnya. []

Tulis sebuah Komentar