Tawakal itu bertingkat-tingkat, yaitu: Pertama, tawakalnya orang awam seperti kita kebanyakan. Kedua, tawakalnya orang khawas yang sudah jauh anak tangganya ke atas. Dan yang ketiga, tawakalnya khawasul khawas, yaitu orang yang sudah mencapai pada tingkat puncak.
Baca entri selengkapnya »
Ikhtiar, Tawakal, dan Pasrah (Kajian Kitab Ihya Ulumuddin)
27 Februari 2009 pada 3:58 PM (Islamika, Tasawwuf)
Tags: ikhtiar, pasrah, rezeki, tawakal
Shalat Sebagai Ibadah dan Upaya Menggapai Ridha Allah
27 Februari 2009 pada 3:54 PM (Islamika, Mozaik Islam)
Tags: Shalat, Ibadah, harapan, salat, ridha Allah, khusyu', himma, tafaaqun, naza', takzim
Salat adalah ibadah penentu yang nantinya menentukan seluruh amal ibadah kita nantinya di akhirat layak diterima oleh Allah atau tidak. Dalam suatu hadis disebutkan, bahwa ibadah seorang hamba yang pertama kali ditanyakan oleh Allah adalah salatnya.
Baca entri selengkapnya »
Istihsan dan Mashalih Mursalah sebagai Sumber Hukum Islam
27 Februari 2009 pada 3:45 PM (Fiqh, Islamika)
Tags: hukum, Istihsan, kebaikan, maqashid, mashalih, qishash, thalaq
- Istihsan
Yang dikehendaki Istihsan adalah suatu kondisi yang itu berada di tengah-tengah di antara dua ketentuan. Seolah-olah jika dilihat dari satu sisi, maka hukum yang lebih cocok adalah A, tetapi jika dilihat dari sisi yang lain lagi, maka kelihatan hukumnya yang lebih sesuai adalah B.
Baca entri selengkapnya »
Betapa Pentingnya Menghargai Waktu Sekarang Ini
27 Februari 2009 pada 3:40 PM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: akuntabilitas, energi, kerja, komitmen, masa, masa depan, sekarang ini, waktu
Di dalam Alquran, yaitu pada Surah Al-’Ashr, Tuhan bersumpah atas nama waktu (wal ‘ashr). Di sini kita tidak akan membahas dari segi tafsirnya, tetapi kita akan membahas dari sudut keterkaitan untuk menuju sukses.
Baca entri selengkapnya »
Pengertian Tawakal
25 Februari 2009 pada 3:58 PM (Islamika, Tasawwuf)
Tags: ikhtiar, keyakinan, pasrah, tafakkur, tawakal
Tingkatan-tingkatan tawakal antara lain: tawakal level awwam, tawakal khawas, tawakal khawasul khawas.
Tawakal berasal dari kata “wakal” yang berarti “mewakilkan”. “Tawakkal” berarti memberikan perwakilan, kepasrahan, dan penyerahan diri kita kepada Allah. “Tawakkal” ialah menyamakan yang ada pada diri manusia, banyak ataupun sedikit.
Baca entri selengkapnya »
Kitabuttawhid wa Tawakkal
25 Februari 2009 pada 3:54 PM (Islamika, Tasawwuf)
Tags: tauhid, tawakal, tawakkal, tawhid
Selama ini kita tawakkalnya setengah-setengah. Dalam bertawakkal ini kita tanggung, sehingga Tuhan pun tanggung menerima kehadiran kita. Satu sisi kita berharap kepada Tuhan, tapi pada sisi lain kita meragukan Tuhan. Selama ini kita mungkin sering bertanya, apakah Tuhan akan membantu kita? Dari sikap ini, akhirnya kita sibuk mencari penolong-penolong selain Allah.
Baca entri selengkapnya »
Sikap-sikap yang Disenangi dan Dibenci Allah
25 Februari 2009 pada 3:51 PM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: benci, senang, sikap
Memperhatikan suasana kini, kita lihat bahwa sebagian umat Islam terzalimi, dan banyak di antara tetangga-tetangganya yang kurang memperhatikan. Demikian pula sebagian lain terpecah-pecah, kurang terdorong untuk bersatu ataupun memantapkan sikap dalam menghadapi hal-hal di lingkungan mereka. Ada pula sebagian lagi yang sering mengkritisi, mencaci, ataupun melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. Dalam keadaan seperti ini, ada baiknya diingat kembali pesan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Baca entri selengkapnya »
Nilai dan Mempertahankan Prinsip
25 Februari 2009 pada 3:49 PM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: nilai, prinsip
Prinsip adalah hukum interaksi manusia, seperti: kejujuran, integritas, dan komitmen. Sedangkan nilai adalah hal-hal yang terpenting bagi kita, seperti: kepercayaan, kegemaran, prioritas, tujuan, dan bahkan prinsip-prinsip yang kita junjung tinggi. Nilai-nilai dikembangkan pada masa kecil dan dibentuk oleh kebudayaan, keluarga, dan pengalaman, termasuk juga oleh semangat keagamaan. Nilai-nilai dapat berubah, sedangkan prinsip biasanya lebih permanen. Prinsip adalah karakter yang menjadi watak dasar kita.
Baca entri selengkapnya »
Bersikap Zuhud terhadap Rumah [Kajian Kitab Ihya Ulumuddin]
25 Februari 2009 pada 3:46 PM (Islamika, Tasawwuf)
Tags: Ihya Ulumuddin, rumah, zuhud
Sesungguhnya, jangan pernah ada yang mubazzir dari rumah dan diri kita. Misalkan, kita memiliki tanah yang begitu luas, sementara ada orang yang menanam di pinggir jalan, berdiam di bawah jembatan, dan sebagainya. Mengapa kita tidak efektifkan penggunaan tanah kita tersebut? Sementara ada orang yang ingin menanam, tapi tidak memiliki lahan. Tapi memang dalam hal ini biasanya kita serba-salah. Begitu orang tersebut kita berikan kesempatan untuk menggarap tanah kita, maka suatu waktu ketika kita memerlukan tanah tersebut, biasanya susah sekali untuk mengeluarkan orang itu. Dalam hal ini, Tuhan Maha tahu. Kita serahkan kepada-Nya.
Baca entri selengkapnya »
Bershalawat; Menciptakan Kelapangan di Dalam Dada
25 Februari 2009 pada 3:43 PM (Islamika, Tasawwuf)
Tags: rasulullah, shalawat
Bershalawat dapat menghilangkan keresahan dan kesuntukan. Jika kita sedang suntuk, pengap, tidak ada gairah hidup, maka banyak-banyaklah bershalawat kepada Rasulullah Saw. Bershalawat kepada Rasulullah artinya meminta agar perhatian Rasulullah kepada kita.
Baca entri selengkapnya »














