Abad Modern: Umat Islam Menderita Menghadapinya

Sebagaimana diketahui, Abad Modern merupakan perkembangan lebih lanjut masyarakat berkota negeri-negeri Islam. Ironisnya, kaum Muslimin pulalah yang paling parah menderita menghadapinya. Ini bisa diterangkan paling tidak oleh adanya tiga hal: pertama, hal yang bersifat psikologis, yaitu, sebagai kelompok manusia paling unggul selama ini, kaum Muslimin tidak mempunyai kesiapan mental samasekali untuk menerima kenyataan bahwa bangsa lain bukan-Muslim bisa lebih maju dari mereka; Baca entri selengkapnya »

Abad Modern: Pengulangan “Sumerisme”

Apa yang dialami umat manusia 5.000 tahun yang lalu diulang lagi sejak dua abad terakhir ini, tetapi dengan tingkat intensitas dan ukuran yang jauh lebih hebat. Laju perkembangan peradaban umat manusia karena “Sumerisme” adalah sedemikian tingginya, sehingga sesuatu yang sebelumnya terselesaikan dalam hitungan waktu ribuan tahun kini dapat rampung dalam ratusan tahun saja. Baca entri selengkapnya »

Ukhuwah Islamiyah (2)

Sesungguhnya, di antara sikap-sikap pengertian toleransi, sebagaimana secara benar sering dikemukakan oleb para muballigh dan juru dakwah, tersimpul dalam ungkapan Ukhuwah Islâmiyah. Maka, dalam situasi banyaknya pengertian tentang persaudaraan Islam itu, seharusnya kita kembali kepada sumber asalnya, sejalan dengan semangat reformasi dengan tema pemurnian, yaitu Al-Quran. Ajaran tentang Ukhuwah Islâmiyah itu yang paling jelas dan terurai dapat kita baca dalam Q., 49: 10-14, berikut ini:
Baca entri selengkapnya »

Ukhuwah Islamiah (1)

Ukhuwah islamiah merupakan istilah yang sudah diterima di tengah masyarakat, yaitu suatu persaudaraan berdasarkan iman, meskipun istilahnya yang lebih tepat adalah ukhuwah imaniah. Di dalam Al-Quran persaudaraan memang dikaitkan langsung dengan iman. Surat Al-Hujurât dimulai dengan semacam konstatasi bahwa umat Islam pasti akan berpecah belah. Dalam keadaan berpecah belah itu pasti nanti mereka akan saling menyerang dan berusaha menghancurkan satu sama lain. Memang secara historis hal itu sudah terbukti.
Baca entri selengkapnya »

Manusia Masuk ke Alam Dunia; Kehidupan Dunia adalah Amanah

Ketika manusia di Alam Arham (alam rahim) yang terjadi adalah: Pertama, ditetapkan kadarnya, yaitu ada empat: umur, rezeki, bahagia atau sengsara, baik atau buruk. Kedua, pembentukan watak. Kepribadian manusia dibentuk oleh watak (pembawaannya) dalam tiga tahap: ketika kedua orang tuanya senggama, ketika di dalam kandungan ibunya, dan ketika disusui.
Baca entri selengkapnya »

Ijtihad terhadap Masalah-Masalah Kontemporer

Pada dasarnya, ajaran Islam itu terbagi menjadi tiga ajaran pokok, yaitu: akidah, syari’ah, dan akhlak-tasawwuf.

Akidah adalah ajaran Islam mengenai keimanan (kepercayaan/keyakinan). Syari’ah adalah ajaran Islam mengenai hukum-hukum praktis. Biasa juga disebut fiqh. Yaitu menyangkut masalah-masalah ibadah (salat, zakat, puasa, haji), muamalah (transaksi jual beli, perdagangan, hutang-piutang, usaha bersama), munakahat (hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah keluarga/akhwalul syaksiyah, seperti pernikahan, perceraian, rujuk, waris), jinayah (masalah-masalah pidana, hukuman bagi orang-orang yang melakukan kejahatan yang melanggar hukum-hukum Allah).
Baca entri selengkapnya »

Hikmah Maulid Nabi Muhammad

Maulid Nabi Muhammad adalah hari yang sangat mulia bagi umat Islam. Bukan hanya mulia di sisi manusia, tapi juga mulia di sisi Allah. Allah memberikan kemuliaan kepada umat ini melalui Nabi Muhammad. Karena Allah mengutus Nabi Muhammad kepada umat ini, sehingga umat ini pun menjadi mulia.
Baca entri selengkapnya »

Madina

Sejarah mencatat bahwa kota hijrah Nabi adalah sebuah lingkungan oase yang subur sekitar empat ratus kilometer sebelah utara Makkah. Kota itu dihuni orang-orang Arab pagan atau musyrik dari suku-suku utama Aws dan Khazraj, dan orang-orang Yahudi (berbahasa Arab) dari suku-suku utama Bani Nazhîr, Bani Qaynuqâ dan Bani Qurayzhah. Kota oase itu agaknya sudah berdiri sejak zaman kuna yang cukup jauh, dengan Yatsrib atau, menurut catatan ilmu bumi Potelemius, Yethroba sebagai namanya.

Yang sangat menarik perhatian dari sudut pemikiran politik ialah tindakan Nabi Saw. untuk mengganti nama kota itu menjadi Madinah. Tindakan Nabi itu bukanlah perkara kebetulan. Baca entri selengkapnya »

Rahmah dalam Injil dan Taurat

Mengapa kata rahmaana itu muncul dalam Taurat? Karena para nabi setelah Nabi Musa menyadari bahwa agama Taurat (artinya hukum) sudah tidak lagi relevan, terlalu keras dan kurang kelem¬butan-kemanusiaan. Memang Nabi Musa oleh Allah Swt. diberi tugas untuk mendidik Bani Israil supaya taat pada hukum karena mereka mengalami masa perbudakan ratusan tahun dan budak biasanya sulit sekali berdisiplin; mereka tidak bisa memerintah diri sendiri dan Baca entri selengkapnya »

Rahbaniyah

Di dalam Islam tidak dikenal adanya kultus. Oleh karena itu, sistem rahbânîyah (kependetaan) seperti yang ada dalam Kristen, yang merupakan bagian dari kultus, ditentang habis-habisan. Sistem itu, seperti dikatakan dalam Al-Quran, adalah sistem kependetaan yang mereka ada-adakan (Q., 57: 27). Di sini Al-Quran ingin menegaskan bahwa Baca entri selengkapnya »

« Entri lama