Tadrij

5 Maret 2009 at 9:33 AM Tinggalkan komentar


Di antara sifat Allah ialah Yang Maha Baik dan Maha Benar. Karena itu jalan menuju kepada perkenan Allah ialah jalan menuju kebenaran, sehingga jalan itu sendiri ikut mendapatkan kualitas kebenaran (menjadi “jalan yang benar”), meskipun kebenaran “di jalan” itu adalah kebenaran yang terus ber­gerak dan dinamis, alias nisbi. Jalan itu benar adanya hanya karena mengarah atau menuju kepada Kebenaran Mutlak. Dengan demi­kian pengertian hakiki tentang “jalan” dengan sendirinya meng­isyarat­kan adanya gerak, yakni bahwa apa dan siapa pun yang bergerak menuju jalan dan menem­puh­nya, maka ia harus bergerak menuju suatu tujuan. Etos gerak ini tinggi sekali dalam Islam, yang dalam Kitab Suci dikaitkan dengan ide benar dan semangat tentang hijrah (Q., 4: 97 dan 100; Q., 29: 26). Dan ide dasar tentang jihâd, ijtihâd dan mujâhadah (berakar kata juhd artinya usaha penuh kesung­guh­an) juga sangat erat terkait dengan etos gerak dan jalan yang dinamis dan tidak kenal henti. Karena itu dijanjikan dalam Kitab Suci bahwa barangsiapa melakukan usaha penuh kesungguhan, maka Allah akan menunjukkan berbagai (tidak satu!) jalan menuju kepada-Nya (Q., 29: 69).

Ide tentang pertumbuhan dan perkembangan dengan sendirinya mengandung makna ide tentang penahapan (tadrîj, pembagian atau pengenalan derajat-derajat atau tingkat-tingkat pertumbuhan). Dari sudut penahapan ini, sesuai dengan paradigma tentang jalan dan etos gerak yang dinamis dalam ajaran Islam di atas, maka tidak ada penyelesaian “sekali untuk selama­nya” atas masalah hidup yang senantiasa bergerak dan berubah ini. Suatu bentuk penyelesaian atas suatu masalah hanya absah untuk masa dan tempatnya. Itu pun dengan syarat bahwa penyelesaian itu “berbicara” kepada masa dan tempat yang bersangkutan, yang dimungkinkan hanya jika telah terjadi “pembacaan” yang tepat atas masa dan tempat itu.

Hal tersebut tidak berarti bahwa kita dibenarkan membiarkan diri dalam relativisme yang tidak ter­kendali sehingga tidak ada pendiri­an dan kehilangan keberanian berbuat. Setiap bentuk penyelesaian masalah yang kita temukan dan yakini kebenarannya untuk saat dan tempat tertentu, untuk sementara harus dilaksanakan dengan tulus dan sungguh-sungguh; namun, kita harus pula tetap terbuka untuk setiap perbaikan dan kemajuan. Dengan begitu kita dapat meme­nuhi gambaran Nabi Saw. bahwa kaum beriman ialah mereka yang pada hari ini lebih baik daripada mereka pada hari kemarin, dan mereka yang pada hari esok lebih baik daripada mereka pada hari ini.

Sumber:
Sumber: Budhy Munawar-Rachman (editor), Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Sketsa Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, diterbitkan oleh: Mizan, Paramadina, Center for Spirituality & Leadership, 2007/2008

About these ads

Entry filed under: Ensi T - Z, Ensiklopedi Cak Nur. Tags: , , , , , , , , , , .

Qubbat al-Shakhrah: Diilhami Al-Quran Tafsir al-Maraghi; Antara bi Ra’yi dan Sejarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
http://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 307,592 hits
Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tidak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates

  • Raye2 RT @s_u_k_m_a__: Kcubung pandan dr Kalimantan. Cantik disanding dgn berlian. Brhubung Senin sdh Lebaran. Salah & khilaf mohon dimaafkn 46 minutes ago
  • Selamat mera'ikan Hari Raye 'Aidil Fithri 1 Syawwal 1435 Hijriyyah. Mohon ma'af zhahir dan bathin. Taqabbalallahu minna wa minkum. 53 minutes ago
  • Sudah jejak. 1 day ago
  • Negara Apa Boléh Buat ni bukan negara cék, bukan juga negara sepa. Kot Negara Apa Boléh Buat ni negara hang, iya negara hangpa. Awat camtu? 2 days ago
  • RT @hanafimohan: @mencret_markipu Kalau nak bezakat, kamék siap pula' nerima', maklomlah oghang ni musapér/ibnu sabil + anak yatém. 4 days ago

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: