Kajian Islam di Asia Tenggara

11 Mei 2009

DSCF1011SETELAH anak benua Indo-Pakistan dan Bangladesh, Asia Tenggara barangkali merupakan konsentrasi para pemeluk Islam terbesar di muka bumi dengan kesatuan budaya yang cukup mengesankan. Tetapi dibanding anak benua itu, Asia Tenggara secara keseluruhan barangkali merupakan kawasan besar kaum Muslim yang relatif baru dalam perkenalannya dengan Islam dan peradaban. Ketika pada peralihan abad XI ke abad XII al-Ghazâlî sibuk melancarkan polemiknya yang terkenal terhadap para filsuf Muslim, Pulau Jawa, misalnya, masih berada sekitar masa kekuasaan Raja Jayabaya (dari Kediri). Dan ketika Majapahit didirikan pada 1297 M, lembah sungai Indus sudah enam abad sebelumnya berkenalan dengan Islam, yaitu sejak penaklukan-nya pada 711 M.

Meskipun Pulau Jawa tidak sepenuhnya mewakili seluruh Asia Tenggara (Semenanjung Melayu dan Sumatra Pantai Timur tentu lebíh mewakili), namun kenyataan sejarah tersebut kiranya sedikit memberi ilustrasi tentang segi kemudaan Islam dan budaya Islam di kawasan ini. Barangkali hal itu dapat juga memberi keterangan tentang sebab mengapa sedikit banyak kawasan ini mengalami semacam kesenjangan ilmiah dengan bagian dunia Islam yang lain, tergambar dalam sedikitnya jumlah kontribusi orisinal kaum Muslimnya untuk perbendaharaan keilmuan Islam internasional. Dalam hal karya berbahasa Arab memang terdapat beberapa ‘ulamâ’ Asia Tenggara yang telah memberí kontribusi “lumayan” kepada kekayaan intelektual Islam dunia. Dua di antaranya patut disebut di sini, karena kontribusi mereka yang berotoritas, yaitu al-Shaykh al-Nawawî al-Bantanî (dari Banten), pengarang tafsir al-Qur’ân, Marah Labîd; dan al-Syaykh Ihsân Muhammad Dahlân al-Jamfasî al-Kadîrî (darí pesantren Jampes Kediri), pengarang kítab Sirâj al-Thalibîn. Kedua kitab ini mendapat pengakuan secukupnya pada taraf internasional. Kitab Sirâj al-Thalibîn, tersebar ke seluruh dunia sampai ke lembaga-lembaga pendidikan Islam di kawasan Afrika Barat Daya. Jadi, seperti dikatakan oleh Abdurrahman Wahid, kítab itu telah menjadi karya dunia.

Tetapi kontribusi dalam bahasa Melayu/Indonesia masih sangat miskin, dan yang ada pun kurang orisinal. Keadaan ini terbukti dari hampir total tidak diakuinya peranan bahasa Melayu/Indonesia dalam pusat-pusat kajian Islam Timur Tengah dan Barat sebagai salah satu bahasa Islam yang boleh atau harus diketahui seorang pengkaji sebagai kemungkinan medium pendalaman dan perluasan pengetahuan tentang Islam dan peradabannya. Hal ini berbeda dengan pengakuan yang memang menjadi hak bagi bahasa-bahasa Arab, Persi, Turki, Urdu, dan lain-lain.

Bertitik tolak dari kenyataan itu kiranya kita dibenarkan untuk mengatakan bahwa sesungguhnya Asia Tenggara masih sedang mengalami proses ke arah tingkat penyerapan agama dan peradaban Islam yang lebih tinggi dan pekat. Dalam kerangka proses Islamisasi yang lebih lanjut itulah kita harus melihat kemungkinan menemukan suatu model atau model-model kajian Islam yang lebih ilmiah. Sebab yang kita perlukan ialah pemerkayaan bahan dalam khazanah keilmuan kita sendiri, yang nantinya mungkin dapat kita jadikan pijakan guna membina suatu bentuk peradaban Islam dalam konteks Zaman Modern yang dituntut oleh lingkungan khas kita, Asia Tenggara. ***

Sumber:
Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, Penyunting: Budhy Munawar-Rachman, Editor: Ahmad Gaus AF, et.al., diterbitkan oleh: Penerbit Mizan, bekerjasama dengan Yayasan Wakaf Paramadina, dan Center for Spirituality & Leadership (CSL), Jakarta, Mizan, 2006.

Entry Filed under: Ensi F - K, Ensiklopedi Cak Nur. Tag: , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

 

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Tulisan Terakhir

Kategori

Arsip

Selamat Datang rekan2ku sekalian. Kiranya tak ada yang membuatku bahagia selain rekan2 telah meluangkan sedikit waktu membaca tulisan2ku ini. Dan akan lebih membahagiakanku lagi jika rekan2 bersedia memberikan komentar. Silakan mengutip sebagian atau seluruh isi tulisan2 yang ada di blogku ini, asalkan menyertakan link dari tulisan tersebut dan juga mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya. Marilah kita budayakan utk menghargai Hak Kekayaan Intelektual, agar Peradaban Negeri kita akan terus berkembang ke depannya. Email: hanafi.mohan@yahoo.co.id

Komentar Terakhir

Merdy di holan-pa-sultan
Nur di Qadariyah-Jabariyah
herman di Kiat Mengatasi Kesulitan
anymouse di Tafsir al-Maraghi; Antara bi R…
Hayatozain di Pengertian Tawakal
abdul wahid di Istishhab sebagai Sumber Hukum…
Ayu rizki gumelar di Saddudz Dzara-i’ dan Al-…
Sani di Tangga-Tangga Agar Kita Mendap…
machmud di Hakikat Kesuksesan
Pasang Iklan di Nilai-Nilai Moral di Seputar I…

Top Posts

Blog Sobat di Wordpress

Blog Sobat NonWordpress

Blog Tutorial

Blogku yang Lain

Blogroll

Portal Islam Reformasi

Meta

Tag

abad modern agama al-qur'an alquran arab Budhy Munawar-Rachman Cerpen Ensiklopedi Nurcholish Madjid fiqh hadis haji harapan hikmah hukum Husnul Khatimah Ibadah Iman indonesia Islam israel jakarta ka'bah kebaikan kehidupan Manusia Masjid Agung Sunda Kelapa Melayu Miskin Musik Nasaruddin Umar nurcholish madjid palestina Pontianak puasa ramadhan rasulullah sa'i Shalat Sunda Kelapa Sungai Kapuas surga tafsir Tasawuf tuhan ulama

Top Clicks

Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
Powered by BlogCatalog

Spam Blocked

Join My Community at MyBloglog!