Tulisan berikut ini aku dapatkan dari tulisan pada link ini:http://www.facebook.com/note.php?note_id=157365884520
yang ternyata tulisan tersebut juga mengambil tulisan dari link ini: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2517370
Terus terang, aku agak jengah dengan beberapa pernyataan dan tulisan mengenai Gempa Bumi Sumatera Barat yang dikait-kaitkan dengan Tafsir Alqur’an yang serampangan seperti yang tertulis di link tersebut di atas. Dan terus-terang, aku agak terganggu dengan tulisan tersebut, karena sepertinya Al-Qur’an kini telah menjelma menjadi Kitab Suci Pertogelan ataupun Kitab Suci Primbon.
Berikut inilah tulisan yang aku maksud tersebut:
Pukul 17.16 waktu setempat, hari Kamis, 30 September 2009, Sumatera Barat diguncang dengan kekuatan 7,6 skala ricter (SR). Data terakhir menyebutkan, gempa di Padang sudah lebih dari 500 orang tewas yang sudah berhasil ditemukan dari reruntuhan. Diprediksi jumlah Korban tewas akan terus bertambah.
Betulkah gempa di Pariaman, Padang, Sumatera Barat itu sudah tertulis dalam al-Qur’an?? Menelisik waktu, tanggal serta bulan kejadian Gempa Padang, Sumatera Barat dengan mengkorelasikan ayat-ayat al-Quran. Dan hasilnya, Astagfirullah, aku berlindung dari azab dan murka-Mu, dalam dua ayat dari dua angka (waktu dan tangal-bulan) kejadaian gempa itu, Allah benar-benar membuktikan janji-Nya yang tertulis dalam al-Qur’an.
Pertama, dilihat dari waktu kejadian, yakni pukul 17.16 waktu setempat dikorelasikan dengan surat ke 17 (Al-Isra) ayat 16, dikutip dari al-Quran dan Terjemahnya, Departemen Agama, terjemahannya adalah:
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnyalah berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami). Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (Surat 17 (Al-Isra) ayat 16).
Kedua, dilihat dari tanggal dan bulan kejadaian, atau Tanggal 30 Bulan ke 9 (September) terjadinya gempa dikorelasikan dengan surat ke 30 (Ar-Rum) ayat 9. Dikutip dari sumber yang sama, terjemah ayat tersebut adalah:
“Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri,” (surat 30:9)
Dan pada ayat selanjutnya atau ayat 10 surat yang sama , Allah berfirman: “Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu mengolok-oloknya,” (Surat 30:10).
Tidak bermaksud menjustifikasi, namun sekedar mengingatkan kembali, dalam lima tahun terakhir ini ada lima rentetan gempa bumi skala besar dengan menwaskan puluhan hingga ribuan orang. 26 Desember 2004, Gempa yang disertai badai Tsunami di Aceh dengan 133.029 korban tewas. 28 Maret 2005 Gempa Nias dan P Simeulue jumlah korban tewas 900 orang. Disusul dengan gempa di Selatan Yogyakarta pada 27 Mei 2006, 3.000 orang meninggal dunia.
Dua peristiwa gempa besar terjadi pada tahun September 2009, yakni di Tasikmalaya dengan korban tewas 85 orang. Dan terakhir Gempa mengguncang di Pariaman, Padang, Sumatera Barat, pukul 17.16 atau beberapa jam saja sebelum anggota DPR/MPR dilantik yang banyak menghabiskan dana belasan milyaran rupiah….
“Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali (dalam setahun) atau dua kali (dalam setahun), namun mereka juga (tidak mau) bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran” [QS Attaubah (9): 126]. ###
Sumber: http://thenafi.wordpress.com/
Sumber sebelumnya:
wedonotgoblog.blogspot.com
recommended to read: Gempa Padang tertulis dalam AlQur’an
Gempa Padang Tertulis Dalam Al-Quran??















dinie berkata,
15 Oktober 2009 pada 11:48 AM
wah, syukron yah dah copy-paste tulisan saya ^^
kenapa gak skalian copy sama tulisan yang ini juga:
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun..
Saya yakin, seluruh hati pasti menangis sedih melihat banyaknya korban yang berjatuhan akibat gempa di Sumatera Barat. Namun, sudahkah hati kita menangisi dosadosa yang kita lakukan? Mengutip status seorang akhi, “Ketika sebuah desa terkena musibah, khalifah Umar bin Khathab bertanya kepada penduduk desa. Beliau tidak bertanya berapa korban ataupun kerugian, namun yang ditanyakannya adalah “DOSA APA YANG KALIAN PERBUAT SEHINGGA ALLAH MENURUNKAN BENCANA PADA KALIAN”.
Ebiet G. Ade berlirik: Tuhan pasti telah memperhitungkan.. amal dan dosa yang kita perbuat.
Yeah, itu benar, kawankawan.. Saya mendapatkan tulisan ini dari forum ini dan belum tau siapa penulis pertamanya. Namun begitu, tak ada salahnya ya kalo kita coba jadikan tulisan ini sebagai renungan, salah satu motivasi untuk kita bermuhasabah…”
dan yang ini:
“Astaghfirullahal’adziim.. Astaghfirullahal’adziim.. Astaghfirullahal’adziim..
Mari beristighfar sebanyakbanyaknya.. Belum terlambat untuk bertaubat.”
?
Semoga, yang baca tulisan di sini tidak berpikir bahwa saya yang menafsir, karena saya emang bukan ahli tafsir.. hanya mengajak, seperti yg asli saya tulis **bukan saya copy-paste**, mengajak untuk bermuhasabah.. sama sekali tidak ada niat utk menjadikan AlQur’an **jika dianggap begitu** sebagai pertogelan, apalagi primbon.. Na’udzubillah.. astaghfirullah..
afwan jiddan jika sharing di notes dan blog saya itu menimbulkan prasangka dalam kepala. Jika akhi Hanafi mau membaca sampai tuntas komentar yang ada di http://www.facebook.com/note.php?note_id=157365884520 situ, saya yakin akhi bisa paham apa maksud saya sharing tulisan itu. Sekali lagi, please IQRO’ carefully..
jazakallah sudah menjadikan blog saya sebagai sumber tulisan di blog akh Nafi.. smoga komentar saya tidak menambah prasangka. amiin.
——-
@dinie, terima kasih sudah menambahkan tulisanmu secara lengkap ke dalam komentar yg ada di blog ini. Maaf, bukan maksud saya tidak ingin memasukkan tulisanmu secara lengkap, tetapi saya lebih ingin memasukkan tulisan aslinya yg dari kaskus, sedangkan tulisan dari blogmu cukup referensi link-nya saja yg dicantumkan. Semoga dapat dimaklumi.
Tak ada sama sekali prasangka, melainkan lebih kepada ingin menyampaikan informasi kepada khalayak yg lebih ramai lagi yg kemungkinan juga dari khalayak yg ramai itu memiliki pemahaman yg berbeda-beda berkaitan dgn Gempa Sumatera Barat, dan juga berkaitan dgn penafsiran Al-Qur’an nya. Kita ketahui, bahwa penafsiran Al-Qur’an itu sungguh beragam, tidak tunggal, dan nuansanya sangat beragam.
dinie berkata,
15 Oktober 2009 pada 2:29 PM
well.. oke then. keep blogging for dakwah.
————
@dinie, insyaALLAH akan selalu di jalan dakwah. Trims atas supportnya.
salafiyunpad berkata,
16 Oktober 2009 pada 12:17 PM
semoga bermanfaat artikel ini…baca ajah di
http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/15/gempa-sumatra-dan-ayat-al-quran-benarkah/
———–
@salafiyunpad, trims atas sharing link tulisannya. InsyaALLAH akan bermanfaat.
kautsar berkata,
16 Oktober 2009 pada 2:02 PM
Jawaban ilmiah atas permasalahan ini Alhamdulillah telah kami posting pada artikel berikut :
http://kautsarku.wordpress.com/2009/10/11/hukum-menghubungkan-waktu-kejadian-gempa-dengan-ayat-ayat-al-quran/
Semoga bermanfaat..
————-
@kautsar, trims atas sharing link tulisannya. InsyaALLAH akan bermanfaat.
Wong Jalur berkata,
22 Oktober 2009 pada 11:03 PM
Bgaimana kita menyikapi saja, jika penafsiran gejala alam dilakukan dengan menarik ayat Al-Qur’an itu sah2 saja selama penafsirannya tidak serampangan dan bukan dibuat justifikasi dari sebuah kesalahan. Yg penting semua dari ini adalah kesadaran bahwa ada bayangn yg selalu menunggu kita yaitu mati, bukan berarti hars takut dengan mati, ttp bagaimana kita memprsiapkan untuk mati, krn siapa yg tahu waktu ajal akan menjemput?