Cabang-Cabang Iman

Ada sabda Rasul yang sangat terkenal bahwa iman itu bercabang-cabang. Iman itu selain berupa keyakinan tauhid, juga mewujud dalam tindakan menyingkirkan duri dari tengah jalan. Coba kita renungkan. Ketika kita membungkukkan badan menyingkirkan duri di tengah jalan, Baca entri selengkapnya »

Bahasa Budaya dalam Al-Quran

alquran_12Mengatakan Al-Quran sebagai tafsir Rasulullah karena di dalamnya ada unsur budaya Arab waktu itu, adalah tidak tepat. Yang paling aman adalah mengatakan bahwa Hadis merupakan tafsir Nabi terhadap Al-Quran, karena Allah memberikan pengetahuan kepada Nabi untuk bisa menerangkan Al-Quran.
Baca entri selengkapnya »

Abad Modern: Umat Islam Menderita Menghadapinya

Sebagaimana diketahui, Abad Modern merupakan perkembangan lebih lanjut masyarakat berkota negeri-negeri Islam. Ironisnya, kaum Muslimin pulalah yang paling parah menderita menghadapinya. Ini bisa diterangkan paling tidak oleh adanya tiga hal: pertama, hal yang bersifat psikologis, yaitu, sebagai kelompok manusia paling unggul selama ini, kaum Muslimin tidak mempunyai kesiapan mental samasekali untuk menerima kenyataan bahwa bangsa lain bukan-Muslim bisa lebih maju dari mereka; Baca entri selengkapnya »

Abad Modern: Pengulangan “Sumerisme”

Apa yang dialami umat manusia 5.000 tahun yang lalu diulang lagi sejak dua abad terakhir ini, tetapi dengan tingkat intensitas dan ukuran yang jauh lebih hebat. Laju perkembangan peradaban umat manusia karena “Sumerisme” adalah sedemikian tingginya, sehingga sesuatu yang sebelumnya terselesaikan dalam hitungan waktu ribuan tahun kini dapat rampung dalam ratusan tahun saja. Baca entri selengkapnya »

“Bahan Manusia” yang Unggul

Dalam rangka reformasi di bidang keagamaan, hal yang sangat penting diperhatikan ialah masalah “bahan manusia” (human material) para pendukung komunitas intelektual keagamaan itu sendiri. Usaha merekonstruksi tradisi keilmuan Islam secara sungguh-sungguh tidaklah mudah, sehingga menuntut tersedianya bahan manusia yang baik. Baca entri selengkapnya »

Back to Basic

Adalah Karen Amstrong, seorang bekas biarawati, yang kemudian memutuskan diri untuk meninggalkan biara dan mempelajari agama-agama. Salah satu buku yang ditulis adalah: “Muhammad, A Western Step to Understand Islam” (percobaan orang Barat untuk memahami Islam Muhammad), yang luar biasa bagusnya. Baca entri selengkapnya »

Abad Modern dan Sumerisme

Hakikat Abad Modern, sebagai¬mana sejauh ini penjelasan terbaiknya diberikan oleh Marshall G.S. Hodgson, ialah Teknikalisme dengan tuntutan efisiensi kerja yang tinggi, yang diterapkan kepada semua bidang kehidupan. Maka, menurut Hodgson, Abad Modern itu sesungguhnya lebih tepat disebut Abad Teknik, apalagi jika harus dihindari konotasi moral yagn kontroversial pada perkataan “modern” (“modern” berarti “baik”, “maju”, dan lain-lain). Teknikalisme itu an sich melatarbelakangi timbul¬nya Revolusi Industri, sedangkan implikasi kemanusiaannya menyembul dalam bentuk Revolusi Perancis. Dua peristiwa yang secara amat menentukan menandai dimulainya Abad Modern itu terjadi pada sekitar pertengahan abad ke-18, bukannya di bagian Eropa yang mempunyai masa lampau yang panjang dan gemilang seperti Yunani dan Romawi, melainkan di Inggris dan Perancis di Eropa Barat Laut yang merupakan pendatang baru dalam pentas sejarah umat manu¬sia. Dan kelak akan ternyata bahwa asepek kemanusiaannya yang tercerminkan dalam cita-cita Revolusi Perancis itu adalah lebih bermakna daripada segi Tekniknya. Maka sering pula disebutkan tentang peranan utama generasi 1789 (Revolusi Prancis) dalam meletakkan dasar-dasar Abad Modern.
Baca entri selengkapnya »

Abad Modern: Aspek Teknik dan Aspek Kemanusiaan

Suatu hal yang tampaknya tak mungkin dihindari tentang Teknikalisme ialah implikasinya yang materialistik. Maka dalam menghadapi dan menyertai kemodernan, kaum Muslimin dituntut untuk memperhitungkan segi materialisme ini. Kalkulasi pribadi, inisiatif perorangan, efisiensi kerja adalah pekerti-pekerti yang baik dan ber¬manfaat besar. Tetapi, bagaimanapun, menundukkan nilai-nilai keakhlakan dan kema¬nusiaan ke bawah pemaksimalan efisien teknis, betapapun besar hasilnya, kata Hodgson, kemungkinan sekali akan terbukti merupakan mimpi buruk yang tak rasional.
Baca entri selengkapnya »