Qurratu a‘yun adalah suatu inti atau esensi kebahagiaan. Misalnya, tujuan dari rumah tangga ialah untuk menciptakan sakînah, yang dalam bahasa lain ialah qurratu a‘yun. Seperti ungkapan doa, Dan mereka yang berdoa, “Tuhan, jadikanlah istri-istri kami dan keturunan kami cendera mata (sebagai penyenang hati—NM) bagi kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang yang bertakwa (Q., 25:74).
Baca entri selengkapnya »
Qurratu A’yun
28 Juni 2009 pada 10:11 AM (Ensi Q - S, Ensiklopedi Cak Nur)
Tags: jiwa, kebahagiaan, kebaikan, surga, takwa, tawakkal
Rahmah dalam Injil dan Taurat
16 Maret 2009 pada 10:46 AM (Ensi Q - S, Ensiklopedi Cak Nur)
Tags: Bani Israil, hukum, injil, nabi musa, nurcholish madjid, rahmah, Taurat
Mengapa kata rahmaana itu muncul dalam Taurat? Karena para nabi setelah Nabi Musa menyadari bahwa agama Taurat (artinya hukum) sudah tidak lagi relevan, terlalu keras dan kurang kelem¬butan-kemanusiaan. Memang Nabi Musa oleh Allah Swt. diberi tugas untuk mendidik Bani Israil supaya taat pada hukum karena mereka mengalami masa perbudakan ratusan tahun dan budak biasanya sulit sekali berdisiplin; mereka tidak bisa memerintah diri sendiri dan Baca entri selengkapnya »
Rahbaniyah
16 Maret 2009 pada 10:38 AM (Ensi Q - S, Ensiklopedi Cak Nur)
Tags: Islam, kependetaan, kristen, Kristen Protestan, Martin Luther, nurcholish madjid, rahbaniyah
Di dalam Islam tidak dikenal adanya kultus. Oleh karena itu, sistem rahbânîyah (kependetaan) seperti yang ada dalam Kristen, yang merupakan bagian dari kultus, ditentang habis-habisan. Sistem itu, seperti dikatakan dalam Al-Quran, adalah sistem kependetaan yang mereka ada-adakan (Q., 57: 27). Di sini Al-Quran ingin menegaskan bahwa Baca entri selengkapnya »
Qubbat al-Shakhrah: Diilhami Al-Quran
5 Maret 2009 pada 9:22 AM (Ensi Q - S)
Tags: al-qur'an, israel, Qubbat al-Shakhrah, seni Islam, The Doom of the Rock
Bangunan pertama Islam yang menyatakan keagungan seni Islam adalah Qubbat al-Shakhrâ’ (The Doom of the Rock) di Yerusalem. Ironisnya, sekarang Qubbat al-Shakhrâ’ menjadi simbol turisme Israel. Bangunan ini didirikan oleh Abdul Malik ibn Marwan sekitar abad ke-7 sampai ke-8 M, sedikit lebih awal dari Borobudur. Hingga saat ini, Qubbat al-Shakhrah masih merupakan simbol dari seni Islam yang termasuk paling dihargai. Banyak tafsiran mengenai alasan Abdul Malik ibn Marwan mendirikan Qubbat al-Shakhrah. Konon, itu adalah sebagai saingan terhadap Makkah (secara politik, dan bukan agama), karena pada waktu itu Makkah dikuasai oleh Abdullah ibn Zubair yang menentang Abdul Malik ibn Marwan. Abdul Malik ibn Marwan kemudian menghambat orang pergi ke Makkah karena dikhawatirkan akan bergabung dengan musuhnya. Atas pertimbangan itulah ia kemudian membangun Qubbat al-Shakhrah untuk rakyatnya.
Baca entri selengkapnya »















