Qurratu A’yun

PICT1115Qurratu a‘yun adalah suatu inti atau esensi kebahagiaan. Misalnya, tujuan dari rumah tangga ialah untuk menciptakan sakînah, yang dalam bahasa lain ialah qurratu a‘yun. Seperti ungkapan doa, Dan mereka yang berdoa, “Tuhan, jadikanlah istri-istri kami dan keturunan kami cendera mata (sebagai penyenang hati—NM) bagi kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang yang bertakwa (Q., 25:74).
Baca entri selengkapnya »

Sabar, Menunda Kesenangan

_DSC6822Mundur selangkah untuk dapat maju beberapa langkah adalah suatu hal yang dilakukan dalam kehidupan dan merupakan kenyataan sehari-hari kegiatan kita. Ungkapan itu sendiri sebetulnya mengacu kepada suatu sikap hidup yang amat penting untuk dipahami dengan baik, yaitu sikap hidup berpikir dan bertindak stategis.
Baca entri selengkapnya »

Rahmah dalam Injil dan Taurat

Mengapa kata rahmaana itu muncul dalam Taurat? Karena para nabi setelah Nabi Musa menyadari bahwa agama Taurat (artinya hukum) sudah tidak lagi relevan, terlalu keras dan kurang kelem¬butan-kemanusiaan. Memang Nabi Musa oleh Allah Swt. diberi tugas untuk mendidik Bani Israil supaya taat pada hukum karena mereka mengalami masa perbudakan ratusan tahun dan budak biasanya sulit sekali berdisiplin; mereka tidak bisa memerintah diri sendiri dan Baca entri selengkapnya »

Rahbaniyah

Di dalam Islam tidak dikenal adanya kultus. Oleh karena itu, sistem rahbânîyah (kependetaan) seperti yang ada dalam Kristen, yang merupakan bagian dari kultus, ditentang habis-habisan. Sistem itu, seperti dikatakan dalam Al-Quran, adalah sistem kependetaan yang mereka ada-adakan (Q., 57: 27). Di sini Al-Quran ingin menegaskan bahwa Baca entri selengkapnya »

Qubbat al-Shakhrah: Diilhami Al-Quran

Bangunan pertama Islam yang menyatakan keagungan seni Islam adalah Qubbat al-Shakhrâ’ (The Doom of the Rock) di Yerusalem. Ironisnya, sekarang Qubbat al-Shakhrâ’ menjadi simbol turisme Israel. Bangunan ini didirikan oleh Abdul Malik ibn Marwan sekitar abad ke-7 sampai ke-8 M, sedikit lebih awal dari Borobudur. Hingga saat ini, Qubbat al-Shakhrah masih merupakan simbol dari seni Islam yang termasuk paling dihargai. Banyak tafsiran mengenai alasan Abdul Malik ibn Marwan mendiri­kan Qubbat al-Shakhrah. Konon, itu adalah sebagai saingan terhadap Makkah (secara politik, dan bukan agama), karena pada waktu itu Makkah dikuasai oleh Abdullah ibn Zubair yang menentang Abdul Malik ibn Marwan. Abdul Malik ibn Marwan kemudian meng­hambat orang pergi ke Makkah karena dikhawatirkan akan berga­bung dengan musuhnya. Atas per­timbangan itulah ia kemudian membangun Qubbat al-Shakhrah untuk rakyatnya.
Baca entri selengkapnya »

Qadariyah-Jabariyah

Dalam sejarah pemikiran Islam klasik ada kontroversi qadarîyah—jaba­rîyah, yang dikaitkan dengan masalah “takdir” (taqdîr, sebagai istilah Ilmu Kalam) dan “ikhtiar” (ikhtiyâr). Dalam hal ini penting sekali kita telaah bahwa sesung­guhnya firman Allah yang dijadikan acuan untuk faham takdir atau penentuan nasib (predeterminism) itu berbicara tentang hal yang su­dah terjadi pada seorang manusia, baik atau pun buruk, dan meng­ajarkan agar manusia mene­rima hal yang sudah terjadi itu sebagai sesuatu yang sudah lewat sesuai dengan kehendak Allah, yang harus diterima dengan penuh ketulusan dan pasrah, tanpa keluh kesah jika ditimpa ke­ma­langan, dan tanpa menjadi congkak jika mengalami keberhasilan (Q., 57:23).
Baca entri selengkapnya »