Ketika manusia di Alam Arham (alam rahim) yang terjadi adalah: Pertama, ditetapkan kadarnya, yaitu ada empat: umur, rezeki, bahagia atau sengsara, baik atau buruk. Kedua, pembentukan watak. Kepribadian manusia dibentuk oleh watak (pembawaannya) dalam tiga tahap: ketika kedua orang tuanya senggama, ketika di dalam kandungan ibunya, dan ketika disusui.
Baca entri selengkapnya »
Manusia Masuk ke Alam Dunia; Kehidupan Dunia adalah Amanah
23 Maret 2009 pada 8:26 AM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: amanah, dunia, kehidupan, Manusia, syukur
Fleksibilitas Kehidupan
13 Maret 2009 pada 3:11 PM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: fleksibel, Fleksibilitas, Husnul Khatimah, karakter, kehidupan, kepribadian, kepuasan, perubahan
Fleksibilitas kehidupan bukan berarti hidup tanpa prinsip, dan bukan pula hidup tanpa memiliki pendirian. Kehidupan yang fleksibel artinya adalah hidup dengan penuh seni. Seni kehidupan itu dibutuhkan untuk memperoleh kesuksesan di dalam pergaulan, seperti bergaul sesama manusia, bergaul sesama makhluk Allah, dan yang paling penting adalah berkomunikasi aktif dengan Allah. Fleksibilitas adalah kemampuan untuk merespon (menyesuaikan diri) pada situasi yang baru, ataupun berubah untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Dan yang patut diingat, semua itu dilakukan tanpa meninggalkan karakter kita.
Baca entri selengkapnya »
Betapa Pentingnya Menghargai Waktu Sekarang Ini
27 Februari 2009 pada 3:40 PM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: akuntabilitas, energi, kerja, komitmen, masa, masa depan, sekarang ini, waktu
Di dalam Alquran, yaitu pada Surah Al-’Ashr, Tuhan bersumpah atas nama waktu (wal ‘ashr). Di sini kita tidak akan membahas dari segi tafsirnya, tetapi kita akan membahas dari sudut keterkaitan untuk menuju sukses.
Baca entri selengkapnya »
Sikap-sikap yang Disenangi dan Dibenci Allah
25 Februari 2009 pada 3:51 PM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: benci, senang, sikap
Memperhatikan suasana kini, kita lihat bahwa sebagian umat Islam terzalimi, dan banyak di antara tetangga-tetangganya yang kurang memperhatikan. Demikian pula sebagian lain terpecah-pecah, kurang terdorong untuk bersatu ataupun memantapkan sikap dalam menghadapi hal-hal di lingkungan mereka. Ada pula sebagian lagi yang sering mengkritisi, mencaci, ataupun melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. Dalam keadaan seperti ini, ada baiknya diingat kembali pesan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Baca entri selengkapnya »
Nilai dan Mempertahankan Prinsip
25 Februari 2009 pada 3:49 PM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: nilai, prinsip
Prinsip adalah hukum interaksi manusia, seperti: kejujuran, integritas, dan komitmen. Sedangkan nilai adalah hal-hal yang terpenting bagi kita, seperti: kepercayaan, kegemaran, prioritas, tujuan, dan bahkan prinsip-prinsip yang kita junjung tinggi. Nilai-nilai dikembangkan pada masa kecil dan dibentuk oleh kebudayaan, keluarga, dan pengalaman, termasuk juga oleh semangat keagamaan. Nilai-nilai dapat berubah, sedangkan prinsip biasanya lebih permanen. Prinsip adalah karakter yang menjadi watak dasar kita.
Baca entri selengkapnya »
Tauhid yang Berkaitan dengan Af’alullah (Perbuatan-Perbuatan Allah)
4 Februari 2009 pada 12:11 PM (Akidah Akhlak, Islamika)
Tags: af'alullah, akhlak, mu'jizat, mujaddid, perbuatan, tauhid, ulil albab
Menurut Muhammad Abduh, bahwa: “At-tauhid huwa wahdaniyatullah fi al-zat wa al-sifat wa al-af’al wa al-‘ibadah wama siwazaalik”, artinya, “Tauhid itu adalah meng-esakan Allah dalam zat, dalam sifat, dalam perbuatan, dalam ibadah, dalam pujian, dalam pemeliharaan, dan dalam hal-hal lain.”














