Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman

13 Juni 2008 at 1:46 PM 12 komentar


TURUNNYA NABI ISA DI AKHIR ZAMAN

Disarikan dari Kuliah Dhuha

yang disampaikan oleh:

Dr. H. Zamiril Ali Husein, M.A.

pada tanggal 27 April 2008

di Masjid Agung Sunda Kelapa – Jakarta

Transkriptor: Hanafi Mohan

Abu Hurairah berkata: Telah bersabda Rasululah SAW, “Demi Allah yang jiwa Muhammad ada pada-Nya, sesungguhnya suatu ketika kelak akan turut Isa bin Maryam AS. Isa bin Maryam itu akan berada di tengah-tengah kamu di akhir zaman nanti. Ia akan menjadi hakim yang seadil-adilnya. Dia akan menghancurkan salib-salib dan mengadili para rahib Nasrani. Kemudian dia akan membunuh babi-babi. Akan dihapuskan semua kemungkaran. Di situ orang-orang sudah tidak ada lagi yang menipu orang lain. Semua akan berkata jujur. Dan terjadilah kekayaan yang melimpah ruah, sehingga tidak seorang pun lagi nanti yang bersedia menerima pemberian orang lain.” (H.R. Imam Muslim)

Hadits ini kita angkat agar kita mengerti, bahwa Nabi Isa AS (rasul ke-24 menurut keyakinan umat Islam) akan turun di akhir zaman nanti, yang sejarah kelahirannya diceritakan oleh Allah SWT di dalam Q.S. Ali Imran ayat 59:

Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Q.S. Ali Imran: 59)

Selanjutnya pada Q.S. An-Nisaa ayat 157 disebutkan:

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa. (Q.S. An-Nisaa ayat 157)

Bahkan ternyata di dalam Matius pasal 26 ayat 57 – 74, disebutkan bahwa yang disalib itu adalah Yudas Iskariot. Di dalam Injil juga diceritakan, bahwa pada malam gelap itu Yudas melaporkan, bahwa Al-Masih (Isa) yang menjadi Raja Dunia itu sudah ada di taman itu. Tapi ketika malam gelap tidak diketahui siapakah sebenarnya yang ditangkap. Kemudian diseretlah orang yang disangka sebagai Nabi Isa itu ke pengadilan.

Di dalam Injil – Matius ayat 27 – 31 disebutkan: Ketika diseret itu, maka ditanyailah Petrus, “Apakah kamu kenal dengan orang yang akan diadili ini?” Petrus mengatakan, bahwa ia tidak kenal. Kemudian Petrus ditanyai lagi, “Bukankah kamu pernah bersama dia sebagai muridnya?” lalu Petrus berkata, “Iya, tapi bukan dia.”

Maka pada waktu itu Petrus berkata, “Aku bersumpah dan berjanji, bahwa aku tidak kenal orang itu.” Ketika itu berkokoklah ayam.

Di dalam Injil – Matius pasal 26 ayat 47 – 56 juga disebutkan: Bahwa pada saat itu, Isa hilang pada malam tersebut. Beberapa hari kemudian ia baru muncul. Dan dia mengatakan, “Sesungguhnya aku bukan di kayu salib itu. Tetapi aku sudah dijanjikan oleh Allah akan terangkat dari diri kalian.”

Di Injil juga diterangkan, bahwa sesungguhnya Nabi Isa pergi meninggalkan murid-muridnya, sampai Nabi Isa tiba di pinggir Laut Tiberias, dan di sana kemudian Nabi Isa menghilang.

Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa ayat 158:

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat `Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An-Nisaa: 158)

Banyak terjadi perbedaan pendapat dalam hal ini. Misalkan aliran Mirza Ghulam Ahmad (Ahmadiyah) menganggap, bahwa yang akan lahir di kemudian hari itu bukanlah Isa, melainkan Mirza Ghulam Ahmad. Dan dialah (Mirza Ghulam Ahmad) yang dinamakan Al-Masih Al-Maw’ud. Dan beberapa waktu yang lalu di Indonesia juga ada pengakuan dari Ahmad Moshadeq, bahwa dialah (Ahmad Moshadeq) sebagai Al-Masih Al-Maw’ud. Aliran Syi’ah Ismailiyah dan Syi’ah Imamiyah menganggap, bahwa yang lahir itu nanti adalah Al-Mahdi (Imam Mahdi), bukanlah Al-Masih.

Dalam hal ini, hadits Rasulullah seperti tersebut di awal memberikan ketenangan kepada kita, agar kita tidak bermusuhan satu sama lain, dan kita akan hidup berdampingan dengan damai.

Patut kita ketahui, bahwa hingga hari ini, jiwa orang-orang tersebut penuh dengan keraguan dan kebimbangan.

Firman Allah pada Q.S. Ali Imran ayat 151:

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim. (Q.S. Ali Imran: 151)

Menurut para ulama tafsir, bahwa peristiwa Nabi Isa (seperti juga ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an) adalah kelanjutan dari peristiwa Ashabul Kahfi.

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Kahfi ayat 10-12:

(10) (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”

(11) Maka kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,

(12) Kemudian kami bangunkan mereka, agar kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

(Q.S. Al-Kahfi: 10-12)

Menurut para ahli tafsir, ketika tujuh orang pemuda Ashabul Kahfi itu masuk ke dalam goa, waktu itu mereka (pemuda Ashabul Kahfi) tertidur lama. Para ahli sejarah mengatakan, tertidurnya tujuh pemuda Ashabul Kahfi itu adalah selama 305 tahun (menurut perhitungan tahun matahari). Menurut para ahli tafsir, Nabi Isa pun kini sedang tertidur.

Rasulullah bersabda:

Ketika malam Isra’ dan Mi’raj, aku ditakdirkan oleh Allah dengan segala kekuasaan, mendapat perintah shalat. Lalu aku berhadapan dengan Allah. Ketika aku berkata, “Attahiyatul mubarakatush shalawatuth thayyibatulillah.” Allah menjawab, “Assalamu‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh.” Lalu aku berkata, “Assalamu‘alaina wa ‘ala ibadillahish shalihin.” Lalu Allah berfirman, “Asyhaduanlaailaaha illallah wa asyhaduanna Muhammadarrasulullah.” Lalu Allah berfirman, “Allahumma shalli ‘ala Muhammad.” Lalu aku berkata, “Wa ‘ala ali Muhammad. Kama shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim. Wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Kamaa barakta ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim. Fil alamina innaka hamidun majid.” (diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik,)

Jadi dalam dialog antara Rasulullah dengan Allah tersebut di atas, terlihat bahwa Rasulullah begitu mementingkan orang lain. Ketika Rasulullah selesai melaksanakan Isra’ Mi’raj, maka dia ditanya oleh para sahabat, “Apakah doamu kepada Allah, ya Rasulullah?” Dijawab oleh Rasulullah, “Doaku hanya meminta kepada Allah, Ya Allah tolong diringankan umatku, tidak seperti umat-umat terdahulu.”

Telah terbukti di dalam sejarah umat-umat terdahulu, misalkan umat Nabi Nuh, sedikit saja melakukan kesalahan, maka langsung diberikan bencana banjir yang begitu besar, begitu juga umat-umat nabi yang lainnya. Lihatlah di sekitar kita sekarang ini, betapa banyaknya kemaksiatan yang terjadi. Tapi Allah belum menurunkan bencana seperti halnya bencana yang ditimpakan kepada umat-umatnya para nabi sebelum Nabi Muhammad, yang hal ini dikarenakan doanya Nabi Muhammad. Karena itu, sudah selayaknya kita sebagai umat Nabi Muhammad untuk selalu bershalawat kepadanya. Hingga menjelang ajalnya pun, Rasulullah selalu mengatakan, “Ummatiummati … wahai umatku … wahai umatku.” Jadi, betapa Rasulullah begitu mencintai umatnya.

Kemudian lanjutan dari hadits riwayat Imam Muslim di atas adalah:

Nabi Muhammad berkata: “Isa bertemu kepada Umat Muhammad,”

Maksudnya mungkin Nabi Isa tidak turun di kalangan Umat Islam, tapi turun di kalangan Umat Nasrani, kemudian mengadili mereka (Umat Nasrani).

Selanjutnya, Nabi Muhammad berkata:

Akan senantiasa hingga ada Hari Kiamat, di mana Isa Alaihissalam itu pergi ke kalangan Umat Islam, lalu Nabi Isa dipersilakan untuk menjadi Imam oleh Umat Islam. Namun Isa menolak dengan dua tangan, katanya “Nabimu (Muhammad) adalah lebih mulia dari aku. Aku sebenarnya hanya mengikuti ajaran Muhammad. Dan aku membawa ajaran Muhammad ini di tengah-tengah umatku. Inilah yang paling benar hingga Hari Kiamat.”

Jadi, begitulah Umat Nabi Muhammad diberi kemuliaan oleh Allah. Karena itu, kita tidak usah ragu dan kita juga beristiqamah, karena Islam-lah agama yang paling benar. Dan juga kita tanamkan hal ini kepada anak-anak kita. Orang yang beristiqamah itu tidak akan pernah terombang-ambing.

Diceritakan dalam sebuah hadits, ketika Rasulullah mengumpulkan para sahabat. Rasulullah berkata:

“Wahai para sahabatku, sesungguhnya di dekat hari-hari akhir nanti akan lahir di kalanganmu berbagai macam perbedaan pendapat. Di antara mereka ada yang akan menyesatkan kamu. Maka berpegang teguhlah kamu kepada Al-Qur’an dan Sunnahku. Dan gigitlah jubahmu itu dengan gerahammu, karena di kemudian hari nanti tidak sedikit orang yang akan menyesatkan kamu. Sekiranya kamu berpegang teguh kepada Allah dan Rasul, serta para ulama-ulama yang membawa kebenaran, maka selamatlah engkau hingga akhir hayatmu.”

Nanti malaikat akan turun dan berkata, “Tenang, serta jangan ragu dan bimbang. Sesungguhnya Allah akan memberikan pertolongan kepada orang yang beristiqamah.”

Istiqamah adalah menguatkan tekad dan pendirian. Karena itulah, dari sekarang kita berusaha untuk beristiqamah. Selain itu, anak-anak kita juga harus dididik untuk selalu beristiqamah.

Allah berfirman dalam Q.S. An-Nahl ayat 92:

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. (Q.S. An-Nahl: 92)

Jadi menurut ayat ini, bahwa Umat Islam sudah kokoh, jangan mau diobrak-abrik dan dipecah-pecah. Sekarang kita ini sedang terpecah-pecah. Kekerasan terjadi di mana-mana hanya karena sedikit perbedaan pendapat. Ingat, kita ini adalah umat yang satu (ummatan wahidah). Apabila kekerasan terjadi, maka ingatlah firman Allah pada Q.S. Ali Imran ayat 159:

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Q.S. Ali Imran: 159)

Apa yang telah disebutkan pada ayat di atas, maka begitulah seharusnya persaudaraan di antara sesama muslim.

Pada suatu hari, ada seseorang yang datang kepada Rasulullah. Orang itu berkata, “Ya Rasulullah, apa yang akan Tuan terangkan kepada kami?”

Nabi berkata, “Tahukah kamu, siapakah orang yang paling termiskin di akhirat kelak?”

Dijawab oleh orang itu, “Yang dikatakan orang yang paling miskin di dunia ini adalah orang yang tidak mempunyai harta, tidak mempunyai dinar, dan tidak mempunyai dirham.”

Rasulullah pun berkata, “Tidak, orang yang paling miskin di kalangan umatku adalah mereka yang datang di Hari Kiamat yang dia itu membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, akan tetapi dia itu selama hidupnya suka menganiaya orang. Pahalanya tersebut kemudian diserahkan kepada Allah, lalu Allah melelang pahalanya tersebut, lalu ditanyakan, siapakah orang yang pernah dianiaya oleh orang tersebut. Apabila orang-orang yang sudah dianiayainya itu datang, maka diberikanlah pahala shalat, puasa, dan zakatnya itu kepada orang yang pernah dianiayainya itu. Jika masih ada yang melapor, maka kejahatan orang yang pernah dianiayainya itu akan dipikulkan kepadanya. Jika masih ada lagi yang melapor, maka dia itu terpaksa dilemparkan ke neraka.” (Dari Abu Hurairah, Abdullah ibn Umar, dan Abdullah ibn Mas’ud, dirawikan oleh Tarmizi, Nasa’i, Muslim, Darul Quthni, dan Ibnu Hibban)

Maksud dari hadits ini adalah agar kita berbuat baik kepada Allah (hablumminallah) dan berbuat baik kepada manusia (hablumminannas). Karena itu, sesama Umat Islam tidak boleh bermusuhan lebih daripada tiga hari. Karena itu saling bermaafanlah. Apabila bertemu sesama muslim, maka ucapkanlah “Assalamu’alaikum”. Karena itu pula, setelah shalat berjamaah, kita diajurkan untuk saling bersalaman. Jika kita diberikan kebaikan, maka doakanlah orang tersebut agar ia diberi pahala yang melimpah. Jika kita diberi keburukan, maka doakan juga, agar orang tersebut diberi kesadaran. Begitulah sikap yang dianjurkan kepada sesama Umat Islam. Rasululullah pernah bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antaramu hingga ia mencintai saudaranya bagaikan mencintai dirinya sendiri.”

Sabar sebagai pengendalian diri, dan shalat sebagai jalan untuk menuju kepada Allah. Sabar untuk pergaulan dengan sesama manusia, sedangkan shalat untuk pergaulan kita kepada Allah.

Apapun yang terjadi terhadap perselisihan pendapat tentang Nabi Isa, maka kita terima, bahwa perselisihan tersebut adalah sebagai suatu rahmat. [Navy]

Iklan

Entry filed under: Ceramah Agama Islam. Tags: , , , .

Nasakh dan Mansukh Ayat-Ayat Fitnah

12 Komentar Add your own

  • 1. GuguN  |  25 Juni 2008 pukul 1:17 PM

    Telah datang tanda2nya datangnya NABI ISA AS…
    Dalam mimpiQ sy melihat Seorg pemimpin yg dtg meluruskan ajaran ALLAH…
    Apkah Dia itu NABI ISA AS….???
    dia dtg dgn wajah berseri & bercahaya…
    Dia berseru kpd pengikutnya masuklah ISLAM…
    Dan mereka pun berbondong-bondong masuk ISLAM
    Sy yakin itu akan terjadi….

    Suka

  • 2. hariyanto27  |  26 September 2008 pukul 7:16 PM

    #

    Artinya :

    “Hai kaum kami dengarkanlah orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah kepadanya niscaya Allah mengampuni kamu akan dosa-dosamu dan menyelamatkan kamu dari siksaan yang pedih”. (Al Ahqaf, ayat 31)

    Ayat tersebut di atas Allah telah mengatakan agar kamu sekalian manusia (kaum); tidak perduli kamu dari golongan apapun, apakah itu Hindu, Budha, Nasrani atau yang lain bahkan Islam itu sendiri, juga apakah itu orang Thariqat, hakikat, syariat, atau ma’rifat dsb. Allah memerintahkan kamu agar mengikuti Orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah (beriman) kepadanya. Artinya orang itu hanya semata-mata mengajak kamu kepada Allah bukan mengajak kamu kepada yang lain, apakah itu ilmu ataupun amal yang selama ini kamu jalani. Lebih jelasnya buat kamu sekalian, bahwa Orang Itu sebenarnya mengemban tugas dari Allah untuk

    menyatukan umat dan untuk membesarkan Allah semata-mata. Dan percayalah (beriman) kepadanya sebab dialah Orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan kepadamu, dan seorang Khalifah dimuka bumi untuk diikuti dan menjadi petunjuk dan pedoman bagi kamu selaku manusia

    Artinya :

    “Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat”. (Al A’raaf ; 63)

    Dan tentang kedatangannya kamu tidak usah heran atau bingung apalagi meragukannya, melainkan kamu dituntut ikut kepadanya,

    Orang Itu merupakan kabar gembira bagi orang yang percaya (beriman), sekaligus peringatan bagi orang yang ingkar (kafir), untuk apa dibuatkan demikian!. Supaya dia memberi pringatan kepada kamu sekalian manusia sekarang ini, seperti dahulupun telah pula ada orang yang memberi peringatan seperti ini agar kamu benar-benar bertakwa dan mendapat rahmat dari Allah SWT.

    Jangan lagi kamu katakan sekarang ini, apabila Orang Itu membacakan Kalam-kalam Qadim (Al Qur`an), kamu mengatakan “ini dulu, sekarang mana ada lagi seperti ini”, Sebab :

    Artinya :

    “Ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat kami mereka berkata ini hanya dongengan orang-orang dahulu kala”

    (Al Qalam; 15)

    Kenyataan kamu memang demikian sering kali mengatakan apa yang ada di AlQur’an itu hanya untuk orang dahulu, jika begitulah hal keadaannya kamu berikan saja Kitab ini kepada orang dulu, padahal sebenarnya “Alqur’an itu tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Yang lebih hebatnya lagi sekarang ada segelintir orang yang pandai dalam berbahasa arab mereka bahkan sanggup menjual ayat-ayat Al Qur’an dengan harga yang sedikit,

    Kami sangat menegaskan kepada saudara-saudara, tuan-tuan, dan umat manusia yang lain, untuk berpikir dan menggunakan akalnya dan lihatlah apakah dirimu itu yang tergolong orang-orang yang mendustakan ayat-ayatnya serta menolak dan mengingkari kedatangan Orang Itu.

    Jika demikian bersegeralah kamu kepada taubat dengan sebenar-benar taubat bagaimanakah itu ? datangi Orang Itu. Rasullullah SAW bersabda : “setelah Aku ini ikutilah ulama karena ulama itu adalah pewaris para nabi”. Kamu memang dituntut untuk percaya tidak sebatas kepada rasul saja namun kepada penerusnya apakah itu Ulama , Khalifah, Imam, Syeikh, Saksi, yang mereka itu semua adalah pemimpin umat, yang kedatangan mereka harus kau ikuti bukan malah sebaliknya, menentangnya.

    Dan memang banyak dalam riwayat dikisahkan kedatangan orang-orang itu, manusia dimuka bumi atau kamu senantiasa menolaknya, Syeikh Abdurrauf Singkli (Syeikh Kuala ) Aceh diusir dari kampungnya, Imam Ghozali difitnah bahkan dimusuhi, Imam Syafii dicambuki oleh Sultan hanya untuk mengatakan Al Qur’an ini Qadim (sedia) Syeikh Besilam juga demikian difitnah memakan harta murid-muridnya, dan sekarang telah datang dikotamu penerusnya yang membacakan ayat-ayat Al Qur’an kepadamu dengan nyata, namun kamu lempari rumahnya dengan batu bahkan kamu musuhi dan mengatakan itu ajaran sesat. Apakah kamu yang benar itu ?

    Jika kamu benar ajaklah manusia kepada Allah jika kau sanggup, kamipun akat ikut kepadamu jika kau benar!.. karena kita tidak buat umat berpecah belah namun agar jadi satu dan bertasbih kepada Allah serta membesarkan agamanya dan menguatkannya, tapi kalau tidak bisa mengapa kamu harus menyombongkan diri. Itu menandakan bukan kamu orang yang dimaksud itu!… mengerti.

    Ketika mereka (Imam, Syekh, Ulama) itu wafat kamu selalu memujinya, padahal sebagian kamu bukan pengikutnya ketika itu, bisa jadi penentangnya, yang lebih tololnya lagi kuburannya pun kamu sembah (Syeikh Abdurrauf Singkli) bahkan ada yang Memberikan uang (duit) (syeikh Besilam). Entah apa yang ada didalam otak manusia ini dikiranya hal yang demikian akan membawakan berkah dan rahmat baginya, padahal ayat tersebut diatas sudah jelas ketika ia hiduplah kamu ikut kepadanya (percaya) maka kamu dapat rahmat, kalau sudah wafat apanya yang sama kamu?, ikutilah penerusnya. Dan sekarang telah ada orang yang menyeru kepada Allah apakah kamu tetap pada pendirian kamu ?.. jika demikian tunggulah janji Allah terhadap orang-orang yang menolak kedatangan Orang Itu.

    Dan Allah SWT berfirman:

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal Allah belum membuktikan siapa-siapa orang yang berjihad diantara kamu dan siapa yang sabar”

    (Ali Imran ; 142)

    ayat tersebut diatas Allah sangat menekankan dan sangat mempertegas tentang hal siapa orang-orang yang berhak masuk surga. Jika belum nampak bagi Allah bahwa kamu berjuang untuk-Nya, maka jangan kamu katakan kamu masuk surga. Terkadang dan kebanyakan dari manusia ini selalu mangatakan hal demikian, bahkan ada yang mengatakan “kami tidak akan disentuh api neraka melainkan hanya sebentar saja!…., Kapan kamu mendapat janji dari Allah bahwa kamu tidak akan masuk neraka sehingga Allah tidak memungkiri janjinya “(Al Baqarah, 80)

    Bagaimanakah berjanji kepada Allah ? , sangat mudah sekali, kamu datangi saja Utusannya (Rasul), atau penerusnya (Pemimpin) yang dari kamu itu, nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji kepada Allah.

    Itulah yang dinamakan kamu mengambil janji dari sisi Allah atau Tali Allah atau Waliullah, maksud dari sisi Allah atau Tali Allah itu bukan seperti yang ada dalam otak kamu, jangan berpikir nanti tali Allah itu terjulur dari langit kebumi, bukan…bukan itu. Namun tali Allah itu maksudnya adalah penerus-penerus risalah ketuhanan baik itu dari Adam As sampai kepada Muhammad SAW anak ‘abdullah dan Dari Muhammad SAW anak ‘abdullah sampai kepada para ulama dan Pemimpin-pemimpin umat seterusnya.

    Jadi demikian yang dapat kami sampaikan, sebagai kesimpulan jika kamu menolak bahkan menentang kedatangan orang itu atau penerus itu maka sungguh Allah menetapkan Azab yang pedih, dan kami mengkhabarkan hal demikian untuk menyatakan kepada tuan-tuan dan saudara-saudara sekalian bahwa pemimpin dan orang itu telah datang dikota ini yang menjelaskan dan membacakan ayat-ayat Tuhan itu dengan nyata kepada kamu sekalian.

    Dan kami juga menyimpulkan ambillah janji dari sisi Allah, agar apapun yang kamu katakan memang tidak dusta lagi, jika tidak, Allah sendiri akan mengazabmu dan jangan pernah lagi mengatakan bahwa kamu akan masuk surga padahal kamu tidak pernah berjihad. Bahkan kamu lebih mencintai harta benda, istri-istrimu, anak-anakmu, bapak-bapakmu, nenek-nenek moyangmu daripada Allah. Maka nyatalah bagi kami bahwa kamu adalah pembohong yang besar.

    Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku

    Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.

    Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.
    # hariyanto27 Berkata:
    26 September 2008 pukul 7:10 pm

    AN NABA’

    Wahai ahli kitab, telah datang kepadamu utusan kami yang menjelaskan kepadamu tatkala peringatan rasul-rasul terputus, agar kamu tidak berkata: tidak datang kepada kami pembawa berita gembira dan peringatan. Padahal sudah datang kepadamu pembawa berita gembira dan peringatan. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa-idah 5 : 17)

    Salam sejahtera dan keselamatan bagi orang-orang yang beriman (percaya) ketika datang kepadanya orang yang menyerukan ayat-ayat Allah dengan terang dan jelas. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, baik itu alam dahulu maupun alam yang akan datang, dan yang nyata bagi umat yang hidup di zaman ini yang mana bagi umat yang telah lalu ada seorang pemberi peringatan yang datang kepada mereka dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh kaumnya. Dialah Rasul (utusan) Allah yang datang sebagai Pemimpin umat yang hidup ketika itu. Setelah sekian lamanya berlalu, agama yang dibawanya dari sisi Allah yaitu islam yang selalu terdepan, yang mempunyai satu aqidah, satu keyakinan dan satu Pemimpin semakin lama semakin tertinggal dan terpuruk. Masing-masing berjalan sesuai dengan apa yang didapati dari nenek moyangnya, walaupun nenek moyangnya tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk. Ada diantara mereka itu yang mendapati dan mengetahui ilmu agama dari buku-buku tanpa bimbingan seorang guru yang Mursyid dan ada yang dari perguruan tinggi ilmu agama, bahkan ada yang mengajar dimana-mana dan berceramah di rumah-rumah, di atas mimbar disetiap mesjid yang tujuannya benar untuk menyatukan umat. Nah…! Yang lebih mengherankan lagi banyak dari perguruan tinggi ilmu agama yang setiap tahunnya melahirkan ulama-ulama (Ustadz, kyai, syekh dan sebagainya) dinegeri ini malah semakin banyak manusia yang tidak karuan. Kamunyakah yang tidak mau mengadakan pembenahan diri atau ulamanya yang tidak bertanggung jawab atas apa yang telah

    dikumandangkannya disetiap mesjid untuk menyeru umat bersatu. Tetapi tidak tahu kemana satunya, yang tiap-tiap diri menuruti keinginannya masing-masing. Dan tidak ada diantara kamu yang mengambil pelajaran.

    “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (pelajaran) bagi orang yang berakal”.

    Maka pada hari ini kami datang dengan membawa berita besar dan mengumandangkan pada tuan-tuan sekalian, apakah kamu orang yang tahu (berilmu / uutul kitaab) atau tidak tahu (tak berilmu / ummiy) sama sekali, bahwa:
    “Pemimpin telah datang”
    yang mengajak kepada tuan-tuan untuk bersatu pada satu pemimpin yang mana dari tiap-tiap pemimpin akan kami tanyakan atas apa yang kamu pimpin selama ini. Dia telah memerintahkan kepada tuan-tuan sekalian “Taat patuhlah kamu kepada ALLAH, dan taat patuhlah kamu kepada Utusan (rasul) serta pada pemimpin yang dari kamu”. Untuk taat patuh kepada Allah, tidak bisa tidak kamu mesti taat patuh kepada Utusan (Rasul) dan untuk benarnya kamu taat patuh kepada Allah dan Rasul kamu mesti datangi pemimpin yang telah didatangkan oleh tuhanmu kepadamu. Pemimpin, Utusan dan Allah, bukan tiga melainkan satu jua adanya. Begitu juga alam yang dahulu, alam yang akan datang dan alam yang kamu hidup dimasa ini, bahwa itu bukan tiga namun satu jua adanya. Benarnya kamu beriman (percaya) kepada Utusan-utusan (rasul) yang dahulu kamu pasti percaya kepada orang yang didatangkan oleh Tuhanmu sebagai pemimpin pada saat sekarang ini.

    Jika sebaliknya, kamu menentang kehadirannya berarti kamu mengadakan dusta terhadap Allah, nyatalah bahwa kamu adalah pembohong besar, kamu telah mengingkari Alqur’an, karena dia datang dengan Alqur’an yang menjelaskan segala kitab-kitab yang ada padamu.

    “Dan apabila dikatakan kepada mereka: ikutilah apa yang telah diturunkan Allah; mereka menjawab; “tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami”.

    Ketahuilah wahai tuan-tuan, bahwa sesungguhnya Pemimpin itu ialah orang yang datang dengan keterangan yang nyata dari sisi tuhan yang maha rahman lagi rahim sebagai nikmat yang dianugerahkan kepadamu sekalian. Didalam sholatpun tuan-tuan telah memintanya.

    “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat atas mereka”.

    Sesungguhnya ketika kamu iman (percaya) dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu yang dari Tuhanmu sungguhlah kamu telah mendapat petunjuk dan janganlah kamu mati sebelum memeluk agama Islam dan bersaksilah kamu dengannya atas penyerahan diri (Islam)mu secara keseluruhan dan sampailah kamu kepada taqwa yang sebenar-benar taqwa. Itulah satu hikmah yang sempurna dan kesempurnaan iman bagi siapa saja yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

    Sesungguhnya Agama yang disisi Allah adalah Islam. Berarti disisi Allah adalah disisi Utusan (Rasul)Nya, itulah disisi Pemimpin yang datang kepadamu menceritakan kisah yang sebelumnya dan padanya segala kunci-kunci yang ghaib, maksudnya kunci-kunci atau pintu-pintu yang tidak kamu ketahui darimanakah kamu akan memasukinya dan dari manakah kamu akan melalui jalan keluarnya.

    “Sembahlah kamu Allah, Taqwa kepada-Nya, serta ikut Aku”

    Sekali-kali Dia tidak mengharapkan upah sedikitpun darimu atas seruan ini. Jika diantaramu ada yang mengingkari apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadanya untuk menyampaikannya kepada seluruh manusia, sungguh kamu telah mengingkari dirimu sendiri. Kamu berlepas diri dari apa yang kami diperintahkan dan kami berlepas diri pula dari apa yang kamu usahakan. Jangan kamu berkata belum datang kepadamu orang-orang yang memberi peringatan, sesungguhnya sudah datang kepadamu dengan ayat-ayat suci Tuhan sebagai penyambung lidah Rasulullah yang sekian lama terputus. Maka ketahuilah dan saksikanlah bahwa kamilah orang-orang yang berserah diri (Islam).

    Pada masa ketetapan Ibrahim a.s, dia telah membuka pintu-pintu dengan memerintahkan kepada kaumnya ketika itu, agar jangan menyembah yang selain Allah. Dia telah mengkisahkan tanda-tanda Tuhannya kepada umat dimasa itu, setelah mereka mendengar tentang apa yang diturunkan kepada Ibrahim yang dari Tuhannya. Tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim melainkan orang yang memperbodoh dirinya. Maka diperintahkan kepada mereka yang beriman (percaya) kepada apa yang telah dikumandangkannya, diwajibkan agar jangan mati sebelum memeluk agama Islam. Mereka menyaksikan atas keislaman mereka dan Utusan (Rasul) menjadi saksi bagi umatnya dimasa itu.

    “Itu adalah umat yang telah lalu, baginya apa yang di usahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan dan kamu tidak akan dimintakan pertanggung jawaban tentang apa yang mereka kerjakan”. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah, sedang tiap-tiap urusan ada ketetapannya yang telah ditetapkan oleh Utusan-utusan (Rasul)Nya, Dialah pemimpin menjadi saksi umat yang didatangkan Allah setiap masa dan zamannya yang kedatangannya itu tidak bisa ditunda-tunda. Jika kamu masih saja ragu-ragu dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu dan kamu masih saja menunggu untuk melihat benar atau tidaknya orang itu maka tunggulah, kamipun termasuk orang-orang yang menunggu didatangkannya azab kepadamu. Saksi, Utusan dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya. Apabila telah datang orang yang dengan alqur’an memberi peringatan kepadamu, kamu masih saja mengikuti apa yang kamu dapati dari nenek moyangmu maka sia-sialah perbuatanmu selama ini yang kamu menyangka telah berbuat sebaik-baiknya.

    Buatlah keterangan seperti apa yang kami buatkan ini agar kami yang ikut denganmu, kalau kamu tidak mampu membuatnya berarti bukan kamu orang yang patut diikuti dan sudah seharusnyalah kamu menyatukan dirimu kepada Pemimpin yang mutlak. Jika benar kitabmu Alqur’an, Ayo…!! Bersatulah, kalau tidak kamu termasuk ahli neraka.

    “Walladziina sa’au fii aayaatinaa mu’aajiziina ulaa-ika ashhaabul jahiim.

    Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan; mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.”

    Penulis : Muhammad Rudi Aulia
    Dept. Seni & Budaya HIMPASS

    *Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar dan menyesatkan yang lain. Sungguh hal yang demikian membuat kerusakan dimuka bumi.

    Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang alim lagi ‘abid.*

    Suka

  • 3. hariyanto27  |  26 September 2008 pukul 7:19 PM

    http://www.hariyanto27.wordpress.cm
    hp. 061-77959109

    Suka

  • 4. muslimah  |  25 November 2008 pukul 2:27 PM

    nabi isa emang hebat.
    ga pernah nyuruh bunuh orang kafir.
    malah suruh kasihi musuh.bener2 standard nya tinggi.
    nabi isa juga dipanggil kalimatAllah
    lahir dari perawan maryam, dari Rohul Kudus.
    wow..kalo Allah cuma jadikan dia nabi, ngapain yah Allah repot2 utus isa spt itu?
    pasti ada tujuan yg lebih besar, knapa cara dia masuk ke dunia spt itu.

    spt kita tahu, seluruh generasi manusia terseret dalam dosa adam, makanya manusia, yg seharusnya hidup abadi, jadi mengenal kematian, semua karna dosa masuk ke dalam generasi manusia.
    jadi semua yg lahir dari manusia itu tercemar oleh dosa.

    makanya Allah mau mengutus nabi isa, sebagai satu2nya manusia yg sempurna tidak berdosa (tidak lahir dari turunan adam), tapi lahir karna RohulKudus.

    lalu isa, menjalani panggilannya sebagai tumbal, bagi dosa generasi manusia keturunan adam.
    sama spt karna adam, semua manusia terseret dosa.
    karna isa manusia yg suci, jadi tumbal, kita semua bisa menerima ampunan dosa.

    Allah emang maha pengasih dan penyayang, tapi jng lupa dia maha adil.
    dia menuntut balas dosa. tidak ada istilah dosa kecil di mata Allah. semua dosa akan seret m,anusia ke neraka, makanya Allah yg maha pengasih dan adil, yg mau menyelamaatkan manusia, cuma bisa lakukan 1 cara untuk mampukan manusia terima ampunan.
    yaitu harus ada manusia sempurna yg jadi tumbal.

    sehingga karna percaya pengorbanan isa anak Allah lah, kita menerima ampunan dosa.
    anak artinya isa datang dari Allah, bukannya Allah kawin dng manusia lalu lahir isa yah..itu pengertian yg salah.
    kalo saya anak menteng, bukan berarti jalan sudirman dan jalan sabang kawin, tapi artinya saya datang dari menteng.

    hanya lewat isa kita bisa datang kepada Allah, karena kita dibayarin dosanya ama isa anak Allah.
    sehingga, motif saya ibadah dan lakukan kebaikan, bukan untuk ngumpulin poin buat masuk surga.
    tapi saya ibadah dan lakukan baik, karna saya bersyukur ama Allah yg ampuni dosa saya, lewat isa yg jadi tumbal bagi dosa saya..jadi motif saya murni untuk bersyukur atas kebaikan Allah..bukan karna ada maunya (ngumpulin poin buat ke surga).

    saudara mau ke surga dengan kumpulin poin? ga bakal sampe2. cuma ada 1 cara pasti: terima pembayaran dosa saudara, lewat tumbal anak Allah isa almasih, kalimat Allah yg menjadi manusia.yang satu2nya manusia yang suci.

    Suka

  • 5. Hanafi Mohan  |  31 Desember 2008 pukul 8:24 AM

    Salam ‘Alayka.

    Terima kasih atas kunjungannya.

    Semoga kita semua bisa menjelmakan cinta dan kasih sayang Nabi Isa ‘Alayhissalam (Isa Putra Maryam) ke dalam setiap sendi kehidupan kita. Sehingga tiada lain yg kita inginkan adalah kedamaian seluruh isi alam semesta ini.

    Puji Tuhan.

    Suka

  • 6. Donzee.  |  2 Januari 2009 pukul 10:42 AM

    Ass.wr.wb,
    InsyaAllah tidak lama lagi isa putera maryam akan turun, subhanallah.
    Seperti bunyi suatu hadits bahwa umur umat islam lebih dari 1000th dan ditambahkan lagi tidak lebih dari 500th, jadi umur umat islam tidak lebih dari 1500th.Sekarang kita sudah memasuki awal 1430H,umur umat islam insyaAllah tidak sampe 70th lagi.

    Wassalam.

    Suka

  • 7. Asep Sofyan  |  4 Januari 2009 pukul 1:34 PM

    Komentarnya lucu2 ya.

    Suka

  • 8. ABHusin  |  11 April 2009 pukul 9:37 PM

    Malunya Ummat Muhammad SAW dan Ummat Islam yang masih ternanti-nantikan Nabi Isa AS. Sedangkan ummat Nabi Isa AS lah yang paling banyak mencerla dan menghina Nabi Muhammad SAW. Ketawa besar orang-orang Nasrani dan Yahudi, mengejek Ummat Muhammad SAW yang masih bergantong pada nabi mereka.

    Hadis yang mengaitkan munculnya Nabi Isa AS entahkan “Hadis Israeliat atau Nasraniliat”, kita terima dan telan bulat-bulat. Cukuplah kita memuliakan semua Nabi-Nabi seperti yang termaktub dalam Al-Quran, kerana Rukun Iman mewajibkan kita beriman pada semua Nabi-Nabi Utusan Allah, namun zaman kegemilangan mereka sudah berakhir…..

    Apalah kurangnya Ummat Muhammad SAW, hinggakan Mahdi keturunan Nabi SAW itu perlukan bantuan Nabi Isa AS? Bukankah Nabi kita Rasulullah SAW sebagai “Nabi Akhir Zaman” itu cukup hebat dan Nasabnya “Imam Mahdi” sebagai “Khalifah Akhir Zaman” itu juga cukup hebat…..

    Lahirnya Nabi Muhammad SAW, maka runtuhlah Alam Kayangan. Maka lahirnya Imam Mahdi telah wafatlah Nabi Isa AS. Maka itulah yang dimaksodkan dengan munculnya Mahdi, maka turunlah Isa….

    (Ahlul Bait Prophecies…..)

    Suka

  • 9. Tessa Banks  |  8 Januari 2010 pukul 4:00 PM

    My Muslim brethrens it is important that you read the text from the Bible from which this commentary is written. It has been misrepresented. Read the whole book of Matthews or the Gospels and then see if this article is true.

    Suka

  • 10. lien  |  13 Januari 2010 pukul 12:43 PM

    nabi isa bukanlah anak Allah, dalam surat Al iklas, Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Isa juga bukan tumbal utk maenghapus dosa umat manusia, tapi umat nabi Isa yang ingkar dan tdk mau mengikuti ajaran nb Isa, dan mereka berusaha memunuh Isa, nabi Isa diselamatkan Allah , lari dari gua tempat persembunyiannya , orang kafir menangkap seseorang yang mirip isa, dan membunuh ditiang yang menyerupai salip.

    Suka

  • 11. windra  |  1 September 2010 pukul 10:12 AM

    mksih ya….mkin dgn membanca ini, pengetahuan sy bs brtmbh tentang ahir zaman…..

    sy mau brtanya ne…kembali nya saidina ali dn kelahiran sku kerdi tu, ap hubungan nya sm ahir zaman….????
    mksih untk sblum nya…..

    Suka

  • 12. AKU  |  29 Oktober 2012 pukul 9:11 AM

    memang nabi isa menurut anda bagi kami YESUS ADALAH TUHAN ALLAH YANG MAHA TINGGI Dia perintahkan kepada manusia untuk hidup SUCI, KUDUS, DAN BENAR (PIKIRAN, PERKATAAN DAN PERBUATAN ) oleh karena itu bagi kami DIA BERKORBAN diatas kayu salib yang oleh TUBUH DAN DARAHNYA untuk semua manusia tanpa kecuali (tanpa pilih pilih) dan saya pribadi sudah merasakan DIA hadir dalam hidup saya dalam segala hal karena apa yang tak mungkin bagi manusia hal itu sangat mungkin bagi YESUS, saya tidak ingin berdebat panjang lebar, kalau anda masih meragukan YESUS itu TUHAN ALLAH yang berkuasa atas langit dan bumi, berdoalah menurut cara anda sendiri mungkin dengan tahajud atau cara yang lain yg saya tidak tau, ANDA BERDOA BERTANYA KEPADA TUHAN YG KAMU SEMBAH “SIAPAKAH YG PUNYA SORGA YG BERKUASA ATAS LANGIT DAN BUMI” nah itu saja selamat mendapat wahyu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 410,373 hits
Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Top Clicks

  • Tidak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: