Tingkatan Zuhud Dihubungkan dengan Hal yang Disukai

13 September 2008 at 8:01 AM 1 komentar


TINGKATAN ZUHUD DIHUBUNGKAN DENGAN HAL YANG DISUKAI

Disarikan dari Pengajian Tasawuf yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. pada tanggal 13 Agustus 2008 di Masjid Agung Sunda Kelapa – Jakarta

Transkriptor: Hanafi Mohan

Ada petuah-petuah para pendahulu kita (termasuk juga sahabat), dan juga ada hadis Rasulullah yang menyatakan:

Apabila kamu melihat seseorang hamba yang telah diberinya diam dan zuhud, dekatilah hamba itu. Sesungguhnya dia akan mengajarkanmu ilmu hikmah. (Al-Hadits).

Jika ada di antara kita, orang tersebut tidak banyak maunya, tidak cerewet, tidak neko-neko, pandangannya lurus. Lantas orang itu juga menampilkan penampilan zuhud. Sesungguhnya orang itu mempunyai uang, memiliki kekuasaan, tetapi orang tersebut tidak mau menampilkan diri sebagaimana halnya orang yang kaya dan berkedudukan. Rasulullah mengatakan, bahwa dekatilah orang tersebut, karena orang tersebut akan memberi hikmah.

Apakah hikmah?

Hikmah yaitu suatu informasi yang langsung menembus hati kita. Sekalipun orang itu bukan sarjana, juga bukan tokoh masyarakat, tapi apabila orang itu menampilkan dua kriteria ini (pendiam dan zuhud), maka orang seperti ini adalah kekasih Tuhan.

Seorang guru pernah mengatakan, jika pergi ke suatu kampung, carilah masjid yang paling tua di kampung itu. Datanglah lebih awal ke masjid tersebut, misalkan jauh sebelum salat maghrib. Kemudian carilah orang yang paling pertama masuk ke masjid tersebut. Orang tersebut biasanya duduk tafakkur dan juga tidak berkata-kata. Orang yang datang paling awal itu biasanya juga pulang paling akhir. Jika mendapati orang seperti ini, maka dekatilah ia, mintalah orang itu untuk mendoakan kita.

Orang yang seperti ini biasanya bukanlah orang sembarangan. Insya Allah orang seperti ini sudah mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Apalagi menurut orang-orang di sekitar tempat itu, bahwa pekerjaan orang tersebut memang seperti itulah adanya. Maka, bersahabatlah dengan orang tersebut, karena dia bukanlah orang sembarangan.

Jika engkau menginginkan dicintai oleh Allah, maka berzuhudlah di dunia ini. (di akhirat tentunya sudah tidak ada lagi zuhud). Rasulullah telah menjadikan sifat zuhud sebagai sebab dicintai oleh Allah. Jika ingin dicintai oleh Allah, maka berzuhudlah.

Apakah zuhud?

Zuhud adalah menghindari diperbudak oleh dunia (bukanlah membenci dunia). Orang yang dicintai oleh Allah adalah orang yang berada pada tingkatan derajat yang paling tinggi. Siapakah itu? Yaitu orang-orang yang menampilkan penampilan zuhud. Pemahaman sebaliknya (mafhum mukhalafah), bahwa orang yang mencintai dunia itu mendatangkan kemurkaan Allah.

Orang yang berorientasi kepada dunia, seolah-olah hidupnya hanya untuk menikmati dunia, menggenggam dunia, maka orang yang seperti ini tidak akan dicintai oleh Tuhan. Kita mencari-cari dunia, bukanlah kita segala-galanya untuk dunia. Dunia adalah kendaraan menuju akhirat, bukanlah kita yang sebaliknya dinaiki dunia.

Hadis lain mengatakan:

Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya Allah akan memasukkan hikmah ke dalam hatinya. Maka lisannyapun berkata dengan hikmah. Allah mengenalkan kepadanya akan penyakit dunia dan obatnya sekaligus. Lalu Allah akan mengeluarkannya dari dunia dengan selamat ke dalam negeri kesejahteraan (surga).

Bagi orang yang zuhud, ada vibrasi positif yang mengalir di dalam diri orang tersebut, sehingga ucapan-ucapan orang yang seperti itu adalah hikmah, seperti tidak ada satu katapun yang mubazir yang keluar darinya, tak ada sepotong katapun yang sia-sia keluar dari mulut orang tersebut.

Ada orang yang berbicara selama dua jam, tetapi tidak ada yang bisa ditangkap, atau hanya sedikit sekali. Ada juga orang yang pendek bicaranya, tapi padat maknanya, mengiang-ngiang di telinga kita, dan tidak akan pernah terlupakan. Itulah ciri-ciri kekasih Tuhan.

Ada orang yang kiaiy besar, profesor doktor, sangat ilmiah, menarik pembawaannya, tetapi ketika kita pulang ke rumah, maka terlupakanlah semua yang disampaikan orang itu. Atau mungkin kita ingat, tapi tidak mempunyai daya tukik untuk mencegah kita melakukan dosa dan maksiat.

Tetapi sebaliknya, orang yang sudah terinstalasi ke dalam dirinya hikmah dari Allah, maka setiap kali kita akan melakukan dosa dan maksiat, maka terbayang-bayanglah wajah orang itu.

Rasulullah bersabda:

Celakalah bagi dunia, celakalah bagi dinar dan dirham. (Al-Hadits)

Maksudnya, jangan sampai mata uang itu yang membuat kita kalap, membuat kita buta, dan yang membuat kita terlena.

Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, Allah telah melarang kami menyimpan emas dan perak. Maka apakah yang seharusnya kami simpan?”

Dijawab oleh Rasulullah, “Salah seorang dari kamu hendaknya selalu membuat lisannya selalu berzikir, membuat hatinya untuk bersyukur, dan isteri yang shalihah yang membantunya untuk urusan akhirat.”

Mungkin banyak para isteri yang justeru mengajak para suaminya untuk menuntut dunia. Dan tidak sadar menjauhkan suaminya dari akhirat.

Firman Allah:

Perbekalan masa depan di rumah abadi (syurga) nanti adalah at-taqwa. (Al-Qur’an)

Umar ibn Khattab berkata: “Berzuhud terhadap dunia itu menenangkan hati dan jasad.

Kalau ada di antara kita yang tidak tenang, selalu gelisah, kering, walaupun sedang banyak uang, itu tandanya kita kurang zuhud.

Zuhud itu menenteramkan batin,

Bilal (sahabat, yang kemudian menjadi muazzinnya Rasulullah) berkata: “Sesungguhnya Allah menyuruh kita untuk berzuhud terhadap dunia. Akan tetapi kita malah menyukainya.

Ada orang yang di dalam pikirannya itu selalu uang. Untuk hal-hal yang tidak mendatangkan keuntungan materil baginya, maka ia takkan melakukannya.

Sengaja untuk menghindarkan akhirat, memburu dunia, maka dalam hal ini sebenarnya Tuhan sudah memalingkan perhatian orang tersebut ke dunia saja, dan hilang akan akhiratnya.

Tingkat Zuhud

Zuhud yang pertama, yaitu jika seorang yang berzuhud kepada dunia, tapi orang ini menyukai dunia, hatinya cenderung kepada dunia. Ini adalah tingkatan zuhud yang standard.

Zuhud yang kedua, yaitu ketika seseorang yang meninggalkan dunia dengan ringan, gampang sekali meninggalkan urusan dunia, karena dianggapnya hina dan dihubungkannya kepada apa yang diinginkan. Tak ada artinya dunia ini jika dibandingkan dengan kemulian akhirat.

Tingkatan ini sebenarnya juga masih ada kelemahan, karena kadang-kadang juga masih riya’. Ada orang yang meriya’kan zuhudnya. Orang yang seperti ini, pasti bukanlah contoh zuhud.

Zuhud yang ketiga, yaitu seorang yang berzuhud dengan ringan, tanpa beban, dia berzuhud dengan kezuhudannya. Inilah tingkatan yang paling tinggi.

Orang yang zuhud, tidak memandang kepada zuhudnya, kecuali ia memandang kepada yang dizuhudkannya. Orang yang zuhud sejati, dia tidak sadar bahwa dirinya itu zahid (zuhud).

Kalau ada orang yang menyadari dirinya berbuat baik, maka ini memang baik, tapi belumlah yang terbaik. Yang kita cari adalah kita tidak sadar kalau kita sudah melakukan kebaikan. Kita sudah tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan itu adalah kebaikan. Karena kalau seseorang masih sadar kalau dia sudah melakukan kebaikan, maka suatu waktu nanti dia akan riya’.

Tingkatan Zuhud yang dihubungkan dengan hal yang disukai

Tingkatan paling rendah, zuhudnya karena takut akan siksaan.

Tingkatan menengah, zuhudnya karena mengharapkan pahala. Ia lupakan neraka, tapi ia memohon surga. Maka ia melakukan perbuatan baik karena diiming-imingi oleh surga.

Tingkatan tertinggi, zuhudnya karena suka kepada Allah, bukan takut neraka, bukan ingin surga. Dia takut, dan dia mencintai Tuhannya. Berharap bertemu dengan Allah, hatinya tidak peduli lagi dengan kenikmatan-kenikmatan dan azab. Inilah zuhudnya orang-orang yang mencintai Allah. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang ma’rifah.

Tidak ada orang yang mencintai khusus kepada Allah, kecuali orang-orang yang mengenali Tuhannya. Tidak mungkin jiwa kita akan mampu mengenali Tuhan kalau kita ini berlumuran dosa.

Tiga cara mendekati Tuhan

Pertama, ketika kita sudah melakukan dosa, maka cara masuk yang paling baik untuk dekat dengan Tuhan adalah dengan beristighfar. Ketika beristighfar, maka di situ terbayanglah ketakutan kita terhadap Allah yang Maha penyiksa. Maka pada saat itu nyali kita menjadi kecil, dan kita menjadi sangat kecil dan takut kepada Tuhan. Inilah cara masuk yang paling bagus untuk dekat kepada Allah.

Kedua, dia tidak berdosa, tetapi orang itu ditimpa musibah: anaknya meninggal, suami atau isterinya tiba-tiba sakit keras. Ada musibah, maka ia pasti ingat Tuhan. Pada posisi seperti ini juga merupakan jalan masuk untuk menuju Tuhan.

Pasti kita ingat Tuhan pada saat melakukan dosa. Jika ada orang yang sudah tidak ingat lagi dengan Tuhan ketika dia melakukan dosa, maka jenis orang seperti ini merupakan jenis orang yang dibenci oleh Tuhan.

Ketika kita melakukan dosa, ternyata kita masih takut, masih ingat Tuhan, masih bertobat, maka itu adalah tanda-tanda bahwa kita masih di dalam lingkup cinta Tuhan. Tapi kalau sudah tidak ada lagi panggilan istighfar setelah kita melakukan dosa dan maksiat, maka memang sudah mati orang itu secara spiritualnya, sekalipun biologisnya masih hidup.

Ketika ditimpa musibah kemudian kita dekat dengan Tuhan, maka itu adalah undangan. Yang menjadi persoalan adalah bagi orang yang sudah dekat dengan Tuhan, yang maqamnya sudah tinggi, tidak ada musibah yang bisa mengingatkan dirinya lebih dekat dengan Tuhan. Tidak pernah lagi mau melakukan dosa, sehingga tidak ada pemancing yang sangat kuat untuk mendekatkan dirinya dengan Tuhan.

Seperti inilah yang dialami oleh umat Islam secara umum. Soal isi perut tidak ada masalah, deposito sudah cukup, tanpa kerjaan, sudah pensiun, tapi insya Allah tujuh turunan takkan terlantar. Pakaian, kendaraan, rumah, semuanya tidak ada maslah. Fasilitas primer, sekunder, dan luxury nya pun sudah lengkap. Orang yang seperti ini membutuhkan metode untuk lebih dekat dengan Tuhan.

Biasanya orang yang terfasilitasi seluruh kehidupannya, maka sulit untuk intensif dekat dengan Tuhan. Orang yang dekat dengan Tuhan biasanya karena ada gelombang besar kehidupan yang menimpanya. Jadi Tuhan itu identik dengan Maha Penolong. Ketika kita sudah tidak membutuhkan pertolongan karena kita sudah merasa cukup, maka pada saat itu kita menjadi susah untuk dekat dengan Tuhan. Cara yang paling tepat untuk orang yang seperti ini ialah lewat pintu ar-raja’.

Hati-hatilah orang yang tenang karena dunianya lengkap, biasanya jiwa orang itu tidak akrab dengan Tuhan. Jangan pernah membiarkan hubungan kita dengan Tuhan biasa-biasa saja. Apakah kita akan terus membiarkan diri kita biasa-biasa saja dengan Tuhan? Yang kita inginkan adalah hubungan intensif itu sendiri. Dan intensitas kehidupan kedekatan dengan Tuhan itu memang harus diupayakan. Musibah tidak ada masalah. Dosa tidak ada masalah. Yang menjadi masalah adalah pada saat kita stabil.

Orang stabil membutuhkan apa yang disebut dengan ar-raja’, yaitu rasa harap yang sangat dalam terhadap Tuhan.

Ar-raja’ adalah sesuatu yang tidak permanen, sifatnya masih keluar-masuk. Ada pula yang disebut dengan hal (fluktuatif/berubah-ubah). Yang kita inginkan adalah permanen. Kalau itu sudah permanen, maka itulah yang disebut sebagai maqam.

Pada umumnya, situasi batin kita sebagai orang awam barulah setingkat hal, yaitu misalkan kalau lagi lagi mood, maka dekatlah dengan Tuhan. Padahal yang kita rindukan adalah, sedetik pun kita takkan pernah mau berpisah dengan Tuhan.

Apa lagi yang seharusnya kita lakukan setelah fase ar-raja’ ini?

Yang kita inginkan adalah yang disebut sebagai fase mahabbah. Inilah yang abadi. Kalau kita menjadi pencinta sejati terhadap Tuhan, maka hati ini takkan pernah menjadi gersang. Semua penderitaan itu terasa nikmat.

Permasalahannya adalah ketika kita berada dalam keadaan normal. Ini adalah ujian yang paling berat. Pada umumnya, kita tidak pernah ada yang resah, karena fasilitas hidup kita sudah lengkap. Kalau kita hidup pada batas normal seperti ini, maka jangan sampai hidup kita nanti sepanjang itu pula berjauhan jarak dengan Tuhan, kita hanya mengingat Tuhan pada saat shalat lima waktu, itupun mungkin hanya separuh dari salat itu kita mengingat Tuhan.

Kalau perut kekenyangan, terlalu banyak makan daging, kalorinya berlebihan, energi berpikirnya segar, biasanya Tuhan itu berjarak. Tuhan itu lebih gampang muncul di perut lapar ketimbang perut kekenyangan. Hidup yang paling berarti di dunia ini adalah selalu dekat dengan Tuhan.

Jadi, ada empat situasi batin yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Dosa dan maksiat, musibah, hajat yang sangat besar, dan situasi normal.

Kita mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan mengenai dosa, apalagi bagi orang yang sudah sering mendapatkan siraman rohani, intensif mengikuti pengajian, karena secepatnya kita akan beristighfar jika melakukan dosa, walaupun hanya dosa kecil.

Kita juga tidak mengkhawatirkan kalau ada musibah, karena kita pasti akan mengembalikan segalanya kepada Tuhan.

Kita juga tak terlalu khawatir jika ada kebutuhan yang sangat besar, walaupun dibutuhkannya begitu darurat. Kita tak perlu meragukannya, karena kita pasti akan meminta bantuan kepada Allah.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika kita sedang tidak dalam keadaan membutuhkan apa-apa dalam kehidupan ini (kehidupan kita normal). Ini yang harus dicermati. Jika dalam keadaan seperti ini, apakah yang harus kita lakukan?

Dalam keadaan seperti ini, yang bisa kita lakukan adalah:

– Ar-raja’, yaitu kita jangan mau kehilangan Tuhan. Kalau sepanjang hari ini kita belum ingat Tuhan, sedangkan kita selalu berzikir, shalat, dan ibadah lainnya, tapi ingat kepada Tuhan begitu dangkalnya, tentunya ini merupakan suatu permasalahan. Kedangkalan ingatan kita terhadap Tuhan merupakan pertanda, bahwa Tuhan itu jauh. Bukan Tuhan jauh dari kita, tetapi kitalah yang menjauhkan diri kita dengan-Nya. Cepatlah mengembalikan posisi batin itu. Kembalilah akrab dengan Tuhan.

Dalam situasi normal, jangan pernah meninggalkan shalat-shalat sunnat rawatib. Jangan hanya ketika ada masalah saja kita baru melakukan shalat sunnat rawatib. Jangan pula pernah meninggalkan shalat-shalat sunnat yang lain, termasuk juga jangan mengurangi jumlah rakaat salat dhuha, salat tahajjud, dan salat-salat sunnat lainnya yang biasa kita lakukan. []

Iklan

Entry filed under: Ceramah Agama Islam. Tags: , , , , , , , .

Sya’ban Gerbang Ramadhan Puasa

1 Komentar Add your own

  • 1. murid baru  |  17 Februari 2014 pukul 11:40 AM

    IMAM MAHDI 2015???…
    saya untuk menulis artikel sanggahan. Artikel itu akan saya beri judul: SATRIO (PININGIT) IMAM MAHDI MUNCUL 2015? (Tanggapan Kritis Terhadap Jaber Bolushi).
    Saya tetap menggunakan kata Satrio (Piningit) untuk menggambarkan sosok IMAM AL MAHDI sebab menurut logika dan keyakinan saya SATRIO dapat kita lihat namun PININGIT (bersembunyi) di dalam diri Satrio dan tidak mungkin dapat terlihat. Seperti halnya dengan Imam Mahdi, sebagai Imam (pemimpin) kita dapat melihatnya, akan tetapi Mahdi-nya tetap saja piningit (bersembunyi) di dalam diri Imam. Mahdi inilah yang berkaitan dan berhubungan langsung, erat, dan tidak terpisahkan dengan Messiah (Isa Almasih atau Yesus Kristus).
    Artikel Cakra Ningrat akan diposting di blog SPTM. Dipersembahkan secara spesial dan khusus buat warga setia blog ini.
    Wassalam,
    Cakra Ningrat
    http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/2014/02/15/satria-piningit-presiden-ke-7-adalah-joko-lelono/comment-page-1/#comment-1027

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 410,374 hits
September 2008
S S R K J S M
« Jul   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Clicks

  • Tidak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: