Spirit ‘Asyura untuk Bangsa Palestina

7 Januari 2009 at 2:36 PM 1 komentar


Beberapa hari lagi, ‘Asyura (10 Muharram) akan datang. Di Indonesia, hari yang satu ini mungkin tak terlalu dianggap istimewa. Paling-paling hanya di beberapa daerah yang dirayakan cukup istimewa, karena sudah menjadi tradisi daerah tersebut.

Beberapa daerah lain juga merayakannya, namun lebih seringnya berupa perayaan yang sederhana, hikmat, dan jauh dari hiruk-pikuk perlawanan. Lain halnya di beberapa wilayah Timur Tengah (terutama yang mayoritasnya adalah penganut Syi’ah), ternyata Hari ‘Asyura dirayakan dengan spirit perjuangan, perlawanan terhadap kezaliman penguasa dan penjajah, penuh dengan darah dan pengorbanan.

Spirit ‘Asyura inilah yang telah mengobarkan Revolusi Iran. Hal yang sama juga menginspirasi para pejuang di Iraq dan Afghanistan untuk terus melakukan perlawanan terhadap kezaliman dan penjajahan yang hingga kini masih mendera negeri mereka. Mudah-mudahan spirit Asyura juga menjadi salah satu landasan perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih terjajah di negeri tumpah darah mereka sendiri oleh Bangsa Israel. Israel merupakan bangsa barbar dan nomaden yang dari dulu hingga kini tak pernah memiliki negeri sendiri.

Jika membayangkan apa yang terjadi dengan Bangsa Palestina kini, mungkin kita juga bisa membayangkan apa yang terjadi dengan pasukan Imam Husayn ibn Ali ibn Abi Thalib (cucu Rasulullah) yang dibantai di Karbala-Iraq oleh pasukan Yazid ibn Muawiyah. Jumlah pasukan Imam Husayn hanya kurang lebih 70 orang, sedangkan pasukan pembantainya berjumlah 30.000 orang. Inilah perang yang tidak seimbang.

Apa yang terjadi di Karbala pada masa lalu, kini terjadi lagi di Negeri Palestina. Sejarah memang selalu berulang. Genangan darah sepertinya tak pernah mau kering di negeri para nabi ini. Semoga kedamaian akan segera diraih oleh Bangsa Palestina.

Pada Hari ‘Asyura, di Iran kita akan mendengar teriakan, “Kullu yaumin ‘Asyura, Kullu Syahrin Muharram, Kullu Ardhin Karbala” (Setiap hari adalah ‘Asyura, setiap bulan adalah Muharram, dan setiap tempat adalah Karbala). [Hanafi Mohan/7 Januari 2009]

Iklan

Entry filed under: Catatan Lepas. Tags: , , , , , .

Ketika Obama Membisu Menulis dari Belakang

1 Komentar Add your own

  • 1. ressay  |  9 Januari 2009 pukul 6:54 AM

    Kullu yaumin asyura kullu ardhin karbala bukan untuk tangisisme.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 404,011 hits
Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: