Rahbaniyah

16 Maret 2009 at 10:38 AM 1 komentar


Di dalam Islam tidak dikenal adanya kultus. Oleh karena itu, sistem rahbânîyah (kependetaan) seperti yang ada dalam Kristen, yang merupakan bagian dari kultus, ditentang habis-habisan. Sistem itu, seperti dikatakan dalam Al-Quran, adalah sistem kependetaan yang mereka ada-adakan (Q., 57: 27). Di sini Al-Quran ingin menegaskan bahwa
Nabi tidak mengajarkan adanya pendeta. Yang menumbuhkan sistem kependetaan, kepasturan dan sebagainya adalah mereka sendiri.

Dalam sistem rahbânîyah, pendeta diberi kekuasaan untuk bertindak atas nama Tuhan agar mengampuni dosa orang. Ketika seseorang datang untuk mengaku dosa, secara psikologis ada baiknya, karena ada tempat menumpahkan segala keluhan. Pastur berkata, “Aku telah dengar semua segala pengakuanmu, dan atas nama Tuhan aku nyatakan kamu diampuni.” Tetapi pernah terjadi, setelah proses pengampunan, diterbitkan sertifikat pengampunan dosa yang kemudian disalahgunakan oleh Gereja. Yakni, sertifikat itu dijual¬belikan; makin besar dosa seseorang makin mahal harga sertifikatnya. Praktik seperti inilah yang ditentang Martin Luther, seorang pembaru Kristen Protestan.

Penolakan keras terhadap sistem rahbânîyah dalam Islam menjadi sebuah wacana persamaan antar manusia. Memang benar dalam Islam dikenal adanya ulama, kiai, intelektual dan sebagainya, tetapi mereka tidak mempunyai kekuasaan berbuat atas nama Tuhan. Dalam masalah ini, Islam menyerahkan kepada pribadi masing-masing karena pertanggungjawaban kepada Allah di akhirat nanti mutlak pribadi. Artinya, prestasi amal pribadi menjadi andalan utama dalam Islam. ***

Sumber: Budhy Munawar-Rachman (editor), Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Sketsa Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, diterbitkan oleh: Mizan, Paramadina, Center for Spirituality & Leadership, 2007/2008.

Iklan

Entry filed under: Ensi Q - S, Ensiklopedi Cak Nur. Tags: .

Paham Asy’ary Rahmah dalam Injil dan Taurat

1 Komentar Add your own

  • 1. SYAIFUL  |  4 April 2009 pukul 10:42 PM

    berkunjung lagi. sangat setuju di dalam Islam tidak ada KULTUS. kembalilah kepada syariah Islam, Vatikan saja mendukung, baca blog saya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 404,011 hits
Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: