Ukhuwah Islamiah (1)

23 Maret 2009 at 10:10 AM 2 komentar


Ukhuwah islamiah merupakan istilah yang sudah diterima di tengah masyarakat, yaitu suatu persaudaraan berdasarkan iman, meskipun istilahnya yang lebih tepat adalah ukhuwah imaniah. Di dalam Al-Quran persaudaraan memang dikaitkan langsung dengan iman. Surat Al-Hujurât dimulai dengan semacam konstatasi bahwa umat Islam pasti akan berpecah belah. Dalam keadaan berpecah belah itu pasti nanti mereka akan saling menyerang dan berusaha menghancurkan satu sama lain. Memang secara historis hal itu sudah terbukti.

Dalam surat Al-Hujurât itu, tersebutlah ajaran normatif tentang bagaimana seharusnya menyelesaikan konflik. Dan kalau ada dua golongan orang beriman bertengkar, damaikanlah mereka. Tetapi bila salah satu dari keduanya berlaku zhalim terhadap yang lain, maka perangilah golongan yang berlaku zhalim, sampai mereka kembali kepada perintah Allah. Bila mereka sudah kembali, damaikanlah keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Allah mencintai orang yang berlaku adil (Q., 49:9).

Setelah proses pendamaian, sebetulnya ada petunjuk teknis yang sangat praktis tentang bagaimana memelihara ukhuwah yang pada saat-saat sekarang ini relevan untuk kita renungkan. Hai orang-orang beriman! Janganlah ada suatu golongan memperolok golongan yang lain; boleh jadi yang satu (yang diperolok) lebih baik daripada yang lain (yang diperolok). Juga jangan ada perempuan yang menertawakan perempuan lain; boleh jadi yang seorang (yang diperolok) lebih baik daripada yang lain (yang diperolok). Janganlah kamu saling mencela dan memberi nama ejekan. Sungguh jahat nama yang buruk itu setelah kamu beriman. Barang siapa tidak bertobat, orang itulah yang zhalim (Q., 49:11).

Sebetulnya Al-Quran mengajarkan kita agar tidak terlalu cepat memvonis orang kalau kebetulan ia berbeda. Kita harus memberinya hikmah keraguan, yaitu dengan suatu pertanyaan dalam hati, “Oh, dia berbeda dengan saya, tapi jangan-jangan dia yang benar”. Itu yang diajarkan Al-Quran. Sebaliknya, memastikan diri sendiri benar dan orang lain salah dalam Al-Quran disebut sebagai indikasi kemusyrikan, karena berarti memutlakkan pendapat sendiri. … janganlah termasuk golongan orang-orang musyrik. Mereka yang memecah-belah agamanya menjadi beberapa golongan, dan masing-masing pihak membanggakan apa yang ada pada mereka (Q., 30: 31-32).

Mereka menjadi kelompok yang menganggap diri paling benar. Mereka menjadi kelompok yang sektarian. Indikasi sektarianisme ialah kalau suatu kelompok di kalangan Islam tidak mau sembahyang di belakang kelompok yang lain, karena beranggapan orang lain semuanya sesat, sehingga dia berpikir bagaimana mungkin orang yang mendapat petunjuk harus shalat di belakang orang yang sesat. Mereka yang memecah-belah agama mereka dan menjadi kelompok-kelompok sedikit pun kamu tidak termasuk mereka; persoalan mereka kembali kepada Allah. Dialah yang kemudian memberitahukan kepada mereka, apa yang mereka perbuat (Q., 6: 159).

Janganlah kita—ibarat pepatah melayu—menepuk air di dulang terpecik muka sendiri: bahwa menghina sesama kaum Muslim berarti menghina diri sendiri. ***

Sumber:
Budhy Munawar-Rachman (editor), Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Sketsa Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, diterbitkan oleh: Mizan, Paramadina, Center for Spirituality & Leadership, 2007/2008.

Entry filed under: Ensi T - Z, Ensiklopedi Cak Nur. Tags: , .

Manusia Masuk ke Alam Dunia; Kehidupan Dunia adalah Amanah Ukhuwah Islamiyah (2)

2 Komentar Add your own

  • 1. cHeSsY MuTz  |  13 April 2009 pukul 12:25 PM

    ^^_LeH NaX G’???? UkHuWaH ArTiNyA ApAaN YuAgH???

    Suka

  • 2. cHeSsY NiEzT  |  13 April 2009 pukul 12:28 PM

    ^^_UkHuWaHkAn ErTiNyA PeRsAuDaRaaN berDaSaRkAn ImAn?? JaDhYiE kAlO bErTeMeN SaMa Yg G’ SeImAn GmN DoNk??? AdA HuKuMnYa G’???

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 393,074 hits
Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: