Ukhuwah Islamiyah (2)

23 Maret 2009 at 10:22 AM Tinggalkan komentar


Sesungguhnya, di antara sikap-sikap pengertian toleransi, sebagaimana secara benar sering dikemukakan oleb para muballigh dan juru dakwah, tersimpul dalam ungkapan Ukhuwah Islâmiyah. Maka, dalam situasi banyaknya pengertian tentang persaudaraan Islam itu, seharusnya kita kembali kepada sumber asalnya, sejalan dengan semangat reformasi dengan tema pemurnian, yaitu Al-Quran. Ajaran tentang Ukhuwah Islâmiyah itu yang paling jelas dan terurai dapat kita baca dalam Q., 49: 10-14, berikut ini:

Sesungguhnya kaum beriman itu semuanya bersaudara, maka damaikanlah antara dua saudaramu (yang berselisih). Dan bertakwalah kepada Allah, semoga kamu semua dirahmati-Nya. Wahai sekalian orang beriman! Janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain, kalau-kalau mereka (yang dihina) itu lebih baik daripada mereka (yang menghina). Begitu pula, janganlah para wanita (menghina) para wanita (yang lain), kalau-kalau mereka (yang dihina) itu lebih baik daripada mereka (yang menghina). Dan janganlah kamu saling mencela diri (sesama)-mu, dan jangan pula saling memanggil sesamamu dengan panggilan-panggilan yang tidak baik. Seburuk-buruk nama ialah (nama yang mengandung) kejahatan setelah adanya iman. Barangsiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang zalim (jahat). Wahai sekalian orang beriman! Jauhilah olehmu banyak prasangka, karena sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa (jahat). Jangan pula kamu saling memata-matai (saling mencari kesalahan sesamamu), dan jangan saling mengumpat sebagian dari kamu terhadap sebagian yang lain. “Apakah ada seseorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya dalam keadaan mati, sehingga kamu menjadi benci kepadanya?” Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah itu Maha Pemberi taubat dan Maha Pengasih. Wahai sekalian umat manusia! Sesungguhnya Kami ciptakan kamu sekalian dari pria dan wanita, dan Kami jadikan kamu sekalian berbagai bangsa dan suku, ialah agar kamu saling kenal-mengenal. Sesungguh¬nya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah kamu yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah itu Mahatahu dan Mahateliti”.

Begitulah ajaran dasar tentang persaudaraan Islam, lengkap dengan petunjuk praktis pelaksanaannya yang dikaitkan dengan kemajemukan umat, kemudian diteruskan dengan persaudaraan kemanusiaan. ***

Sumber:
Budhy Munawar-Rachman (editor), Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Sketsa Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, diterbitkan oleh: Mizan, Paramadina, Center for Spirituality & Leadership, 2007/2008.

Entry filed under: Ensi T - Z, Ensiklopedi Cak Nur. Tags: , .

Ukhuwah Islamiah (1) Abad Modern: Pengulangan “Sumerisme”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 393,074 hits
Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: