Ibadat secara Benar

25 April 2009 at 4:59 PM 1 komentar


495005Sebagai pernyataan pengabdian kepada Tuhan, ibadat yang juga mengandung arti pengagungan itu sesungguhnya adalah hal yang fitri. Yakni hal yang secara inheren terdapat pada kecenderungan alami manusia dan alam kejadian asalnya sendiri. Karena itu perpindahan dari satu bentuk tindakan ubudiyah ke bentuk yang lain dapat dilihat sebagai tindakan substitutif belaka. Karena dalam kenyataan hidup manusia hampir tidak ada individu yang bebas sama sekali dari suatu bentuk ekspresi pengagungan yang mempunyai nilai ubudiyah atau devotional. Jika seseorang tidak melakukan suatu bentuk tindakan ubudiyah tertentu yang standar (seperti salat dalam Islam, misalnya), maka ia tentu melakukan bentuk tindakan ubudiyah yang lain (seperti, kecenderungan amat kuat pada kaum komunis untuk mengagungkan pemimpin mereka).

Maka, sama halnya dengan semua kecenderungan natural, kecenderung¬an manusia untuk melakukan tindakan-tindakan ubudiyah harus disalurkan secara benar. Dan salah satu batu penguji kebenaran suatu tindakan ubudiyah ialah bahwa ia harus berdampak peningkatan harkat dan martabat kemanusiaan individu bersangkutan. Ibadat yang benar tentunya tidak akan berdampak pengekangan dan pembelengguan individu seperti yang ada pada sistem-sistem mitologis.

Itu berarti ubudiyah harus ditujukan hanya kepada Wujud Yang Mahatinggi, yang benar-benar “mengatasi” manusia karena Dia adalah Khâliq-nya, sementara manusia adalah makhluk-Nya (meskipun, malah justru, puncak makhluk-Nya). Selanjutnya, tindak¬an ubudiyah harus hanya ditujukan kepada Dia, yang keyakinan, kesadaran dan pengalaman akan kehadiran-Nya dalam hidup menghasilkan ketulusan untuk berbuat sesuatu guna memperoleh “perkenan”-Nya, yaitu amal saleh.

Dari perspektif ini, ibadat merupakan lambang pengagungan seorang hamba kepada Khaliknya serta pernyataan akan penerimaan hamba itu akan tuntutan moral-Nya. Melalui ibadat itu seorang hamba mengharap bahwa al-Khâliq akan menolong dan membimbing hidupnya menempuh jalan menuju kebenaran. Di hadapan-Nya, seorang individu menyadari bahwa dalam menghadapi tantangan hidup bermoral yang tak terhindarkan itu ia memerlukan rahmat dan keutamaan (Arab: fadll; Inggris: grace) dari Allah, karena manusia tidak mungkin mencari dan menemukan sendiri secara sempurna dan tuntas jalan kebenaran itu tanpa bimbingan-Nya. ***

Sumber:
Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, Penyunting: Budhy Munawar-Rachman, Editor: Ahmad Gaus AF, et.al., diterbitkan oleh: Penerbit Mizan, bekerjasama dengan Yayasan Wakaf Paramadina, dan Center for Spirituality & Leadership (CSL), Jakarta, Mizan, 2006.

Iklan

Entry filed under: Ensi F - K, Ensiklopedi Cak Nur.

Hak Asasi Manusia dan Gerakan Masyarakat Madani Jabariah Teologi Penguasa Zalim

1 Komentar Add your own

  • 1. Akocha  |  19 November 2009 pukul 12:04 PM

    Mencerahkan…. Setiap membaca tulisan Cak Nur… seakan-akan timbul pengertian baru di akal pikiran kita sesuatu yang biasanya kita abaikan….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 410,373 hits
April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Clicks

  • Tidak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: