Obyektifitas Makna dan Tujuan Hidup

14 Juni 2009 at 4:10 PM 1 komentar


IMG_2770-1Bagaimana menguji dan mengetahui bahwa konsep tentang tujuan dan makna hidup mengandung kebenaran obyektif dan universal? Terhadap pertanyaan ini, Paul Edwards menawarkan jawaban bahwa kita barangkali harus membedakan antara makna dan tujuan hidup yang bisa disepakati oleh umat manusia secara rasional dan dengan ketulusan pengertian dan makna serta tujuan hidup yang hanya secara sepintas saja nampak rasional dan penuh pengertian. Membaca buku Hitler, Mein Kampf, seseorang bisa saja mendapat kesan sepintas kerasionalan pandangan hidup Nazi, yakni secara sepintas lalu. Tetapi dalam penghadapannya kepada keseluruhan rasionalitas dan nilai kemanusiaan yang agung, Mein Kampf tentu tidak akan dapat bertahan.

Dengan perkataan lain, sepanjang menyangkut makna dan tujuan hidup manusia, taruhan yang amat menentukan ialah suara hati nurani. Makna dan tujuan hi¬dup yang benar ialah yang di¬topang oleh pertimbangan hati nurani yang tulus. Jika dunia mengutuk Nazisme, itu bukan karena orang-orang Nazi tidak mempunyai makna dan tujuan hidup (justru mereka dikenal fanatik berjuang untuk memenuhi makna dan tujuan hidup mereka), tetapi karena makna dan tujuan hidup mereka itu tidak dapat bertahan terhadap ujian hati nurani universal. Atas dasar itu, dapat dipastikan bahwa Nazisme, sebagai sumber makna dan tujuan hidup, adalah sesat. Demikian pula pandangan banyak orang tentang berbagai sistem ideologi yang lain, lebih-lebih tentang kultus.

Namun perkaranya tidak berhenti di sini. Kalau memang hati nurani merupakan sumber pertimbangan tentang otentik-tidak-nya suatu pandangan makna dan tujuan hidup, dan kenyataan bahwa masing-masing ideologi pun bisa mendapatkan jalan untuk dirasionalisasikan sesuai dengan hati nurani (setidak-tidaknya, begitulah menurut masing-masing para pendukungnya), maka dalam praktik hati nurani pun tidak universal. Di sini kita memasuki suatu daerah pembahasan yang amat pelik, karena berhadapan dengan masalah kedirian kita yang paling mendalam, yaitu hakikat yang untuk mudahnya kita sebut kalbu – banyak nama digunakan untuk menyebut hakikat kedirian yang paling mendalam itu. Dalam bahasa Arab, selain qalb juga digunakan dlamîr, fu‘âd, lubb, nafs dengan variasi tekanan maknanya. Hadîts Nabi menyebutkan “Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, bila ia baik, maka baiklah seluruh jasad, dan bila ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ingatlah, segumpal daging itu ialah kalbu.” ***

Sumber:
Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, Penyunting: Budhy Munawar-Rachman, Editor: Ahmad Gaus AF, et.al., diterbitkan oleh: Penerbit Mizan, bekerjasama dengan Yayasan Wakaf Paramadina, dan Center for Spirituality & Leadership (CSL), Jakarta, Mizan, 2006.

Entry filed under: Ensi O - P, Ensiklopedi Cak Nur. Tags: .

Cabang-Cabang Iman Qurratu A’yun

1 Komentar Add your own

  • 1. Indoproperty bsd  |  2 November 2009 pukul 6:25 AM

    sedang menyimak…

    artikel ini cocok untuk direnungi…

    ——

    @Indoproperty bsd, semoga bermanfaat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 393,074 hits
Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Clicks

  • Tak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: