Qurratu A’yun

28 Juni 2009 at 10:11 AM 5 komentar


PICT1115Qurratu a‘yun adalah suatu inti atau esensi kebahagiaan. Misalnya, tujuan dari rumah tangga ialah untuk menciptakan sakînah, yang dalam bahasa lain ialah qurratu a‘yun. Seperti ungkapan doa, Dan mereka yang berdoa, “Tuhan, jadikanlah istri-istri kami dan keturunan kami cendera mata (sebagai penyenang hati—NM) bagi kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang yang bertakwa (Q., 25:74).

Esensi kebahagiaan adalah surga. Di dalam surga setidaknya ada sakinah. Banyak sekali gambaran mengenai surga. Tetapi rupanya yang paling menarik bagi Nabi adalah di dalam surat Al-Sajdah ketika disebutkan, Tiada seorang pun tahu cendera mata apa yang masih tersembunyi bagi mereka sebagai balasan atas amal kebaikan yang mereka lakukan (Q., 32:17).

Itulah surga. Surga itu tidak ada seorang pun yang tahu. Bagaimana dengan gambaran di dalam Al-Quran?. Itu semuanya adalah simbol, metafora, gambaran-gambaran populer. Karena itu, Nabi kemudian menyampaikan sebuah hadis qudsi (firman Allah tetapi kalimatnya dari Nabi), “Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata dan tidak pernah terdengar oleh telinga serta tidak pernah terbetik dalam hati manusia. Dan kalau kamu mau (kata Nabi), bacalah (ayat al-Qur’an itu), tidak seorang pun mengetahui esensi kebahagiaan yang dirahasiakan baginya sebagai balasan untuk amal perbuatan baiknya (HR Bukhari).

Di dalam surga kita akan merasa aman, salâm, dan sebagainya. Dalam suatu stadium tingkat tertinggi yang bersifat ruhani, sebetulnya itu tidak bisa digambarkan. Itu hanya bisa dialami. Untuk mengalaminya pun perlu usaha yang sungguh-sungguh, yang dalam bahasa Arab disebut juhd-un. Dari perkataan juhd-un (usaha yang sungguh-sungguh) diambil perkataan jihâd (jihad). Jihad tidak hanya berarti fisik seperti perang, tetapi juga jihâd-u ‘l-nafs, jihad melawan diri sendiri atau ijtihâd menggunakan seluruh kemampuan pikiran. Bahkan juga mujâhadah, atau spiritual exercise, olah ruhani. Jadi tidak hanya olahraga, olah jasmani, juga tidak hanya olah jiwa, olah nafsani, tetapi juga olah ruhani. Maka, sebetulnya kebahagiaan ialah dalam kelapangan ini, yang sebetulnya tempat di mana terletak adanya rahmat Allah kepada kita. Ketika Allah memuji Nabi Muhammad sebagai orang yang lapang dada, maka itu dikaitkan dengan rahmat Allah. Karena rahmat dari Allah jugalah maka engkau bersikap lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau kasar dan berhati tegar niscaya mereka menjauhi kamu. Maka maafkanlah mereka dan mohonkan ampun buat mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan. Maka jika engkau sudah mengambil keputusan bertawakallah kepada Allah, karena Allah mencintai orang yang tawakal (Q., 3:159). ***

Sumber:
Ensiklopedi Nurcholish Madjid: Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban, Penyunting: Budhy Munawar-Rachman, Editor: Ahmad Gaus AF, et.al., diterbitkan oleh: Penerbit Mizan, bekerjasama dengan Yayasan Wakaf Paramadina, dan Center for Spirituality & Leadership (CSL), Jakarta, Mizan, 2006.

https://thenafi.wordpress.com/

Entry filed under: Ensi Q - S, Ensiklopedi Cak Nur. Tags: , .

Obyektifitas Makna dan Tujuan Hidup Wahabisme: Pembaru Militan

5 Komentar Add your own

  • 1. Investasi  |  28 Juni 2009 pukul 12:18 PM

    subhanallah….subhanallah…subhanallah , engkau maha besar ya ALLAH

    Suka

  • 2. HaN  |  21 Agustus 2009 pukul 5:38 PM

    stau sy Qurratu A’yun tuh kitab cara bersenggama…

    Suka

  • 3. arbain sag  |  24 Agustus 2009 pukul 2:18 PM

    terimasih atas pejelasanyan,mudah-mudahan ayat al-quran dan hadis lengkap dengan bahasa arabnya

    Suka

  • 4. Slamet  |  13 September 2010 pukul 11:07 PM

    Siapa pengarang kitab QURRATU A’YUN

    Suka

  • 5. Slamet  |  13 September 2010 pukul 11:55 PM

    Mungkin ada yang tahu,siapa pengarang kitab QURRATU A’YUN,tahun berapa?Latar belakangnya.
    Saya tungu jawabannya di:
    cell_slamet@yahoo.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 393,074 hits
Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Clicks

  • Tak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: