Ya Allah, Berikanlah Petunjuk-Mu kepada Orang-orang Yahudi

2 November 2009 at 7:23 AM 2 komentar


damai dengan hati nuraniKira-kira setahun yang lalu, ketika pasukan Israel membombardir Gaza-Palestina, seorang alim duduk tafakur di atas sajadahnya. Ia berdoa semoga Allah selalu memberikan keselamatan, kedamaian, dan ketenangan kepada Bangsa Palestina yang sedang mengalami tragedi kemanusiaan itu. Namun, ia juga berdoa, semoga Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang Yahudi agar mereka sadar akan kekhilafannya selama ini. Ia mafhum mengapa orang-orang Yahudi sampai melakukan semua itu. Hal tersebut tak lain karena orang-orang Yahudi tak menyadari atau mungkin tak mengetahui bahwa yang mereka lakukan itu adalah suatu kesalahan, kezaliman, dan kejahatan kemanusiaan.

Orang alim ini teringat kepada Rasulullah yang ketika itu sedang dizalimi oleh penduduk suatu negeri. Sontak saja Malaikat Jibril meminta Rasulullah agar berdoa kepada Allah untuk menimpakan azab kepada negeri tersebut. Niscaya jika Rasulullah berdoa untuk ditimpakan azab kepada negeri itu, maka Jibril bersedia memberikan bantuannya untuk menghancurkan, membinasakan, mengazab, dan menimpakan bencana ke negeri tersebut.

Rasulullah yang baik dan lembut hatinya itu kemudian mengatakan kepada Jibril, bahwa ia tak ingin berdoa seperti itu, serta tak ingin juga Jibril menimpakan azab kepada penduduk negeri tersebut. Rasulullah mengatakan, orang-orang yang menzaliminya itu tak lebih karena mereka tidak mengetahui bahwa yang mereka lakukan itu adalah suatu kesalahan. Karena itulah, Rasulullah berdoa kepada Allah agar memberikan petunjuk kepada penduduk negeri yang telah menzaliminya itu.

Entah kini masihkah mampu Umat Islam berdoa seperti halnya doa orang alim tersebut. Entah kini masihkah ada Umat Islam yang meneladani akhlak Rasulullah yang dengan mudah memaafkan orang-orang yang menzaliminya, bahkan mendoakan suatu kebaikan untuk mereka.

Selama ini mungkin telah begitu sering kita mendengar para penceramah yang berpidato berapi-api. Dalam ceramahnya itu ia mengutuk habis-habisan kekejaman orang-orang Yahudi terhadap Bangsa Palestina. Bahkan Sang Penceramah mengajak para jamaahnya berdoa dan memohon kepada Allah agar menimpakan azab kepada orang-orang Yahudi. Lantas ketika Allah telah menjatuhkan azabnya kepada orang-orang Yahudi, apakah ada keuntungannya bagi Umat Islam?

Sang Penceramah mungkin lupa, bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam ini, bukan hanya rahmat bagi manusia, terlebih lagi bukan hanya rahmat bagi Umat Islam. Bukankah orang-orang Yahudi itu manusia juga? Bukankah mereka itu juga merupakan bagian dari alam semesta ini?

Mungkin telah hilang dari ingatan Sang Penceramah, bahwa Rasulullah adalah manusia yang paling luhur akhlaknya di muka bumi ini. Di mana pun Rasulullah berada, selalu kedamaian yang beliau bawa dan tebarkan. Ketika pembebasan Kota Mekah, tak ada satu pun nyawa yang melayang. Ketika dalam peperangan kaum muslimin melawan orang-orang musyrikin, Rasulullah selalu berpesan kepada pasukannya agar para tawanan perang dijamin keselamatannya dan diberlakukan secara baik.

Perdana Menteri Israel Yitzak Rabin di akhir-akhir masa hidupnya selalu menyerukan perdamaian kepada bangsanya. Dengan indahnya Bill Clinton (Presiden Amerika Serikat ketika itu) mempertemukan Yitzak Rabin dan Yasser Arafat untuk melakukan perdamaian. Yasser Arafat pun tak segan-segan mendatangi keluarga Yitzak Rabin dan mengucapkan belasungkawa atas wafat dan terbunuhnya Perdana Menteri Israel itu. Para pemimpin negara-negara Arab pun berdatangan menghadiri upacara pemakaman Yitzak Rabin dan mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafat dan terbunuhnya pemimpin Israel tersebut.

Telah begitu banyak akhlak mulia dan suri tauladan yang dicontohkan oleh Rasulullah terhadap kita. Dan tak sedikit pula akhlak luhur yang telah ditunjukkan oleh para pemimpin dunia Islam dan juga dunia internasional demi kedamaian dunia ini. Mudah-mudahan Umat Islam kini, dan juga segenap umat manusia kini masih bisa meneladani akhlak mulia tersebut.

Alangkah indah dan damainya dunia ini andaikan seluruh umat manusia saling mendoakan kebaikan bagi sesama manusia, dan juga bagi alam semesta ini. Mungkin kita pernah mendengar statemen yang berbunyi “Marilah kita mati bersama-sama di jalan Tuhan.” Namun kebalikannya, seorang cendekiawan muslim pernah mengatakan “Marilah kita hidup bersama-sama dengan damai di jalan Tuhan.” Entah mana yang cenderung akan kita pilih: mati di jalan Tuhan atau hidup dengan damai di jalan Tuhan. Tentunya kita berharap agar dunia ini selalu diliputi oleh kedamaian. Semoga. [Hanafi Mohan-Ciputat, Minggu 1 November 2009, 15.37-16-57 WIB]

Sumber Gambar: http://thepeace-ofwar.blogspot.com/


https://thenafi.wordpress.com/

Entry filed under: Beriman secara Lapang. Tags: , , , .

Tiba-Tiba Menjadi Islam Nilai-Nilai Moral di Seputar Ibadah Haji

2 Komentar Add your own

  • 1. Siti Fatimah Ahmad  |  16 November 2009 pukul 5:24 PM

    ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    Maaf kerana lama tidak ke mari, datangnya pula kali ini untuk memohon maaf. insya Allah jumpa lagi.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

    Suka

  • 2. BaNi MusTajaB  |  21 November 2009 pukul 10:18 PM

    kita memang patut mendoakan bangsa yahudi agar diberi petunjuk. meski kita tidak harus lemah menghadapi mereka.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 393,074 hits
November 2009
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Top Clicks

  • Tak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: