Semakin Tak Berkualitasnya Fatwa Ulama

27 Januari 2010 at 5:51 PM 6 komentar


Siapa pun tahu kalau urusan fatwa menfatwa, MUI (Majelis Ulama Indonesia) jagonya. Akhir-akhir ini begitu seringnya MUI mengeluarkan fatwa ini dan itu. Namun, yang penting bukanlah seberapa banyak dan seberapa seringnya mengeluarkan fatwa, melainkan seberapa berkualitasnya fatwa tersebut.

Sebagian dari umat Islam di Indonesia mungkin ada yang mengatakan bahwa akhir-akhir ini fatwa ulama semakin tak berkualitas saja. Hal ini bisa kita lihat dari semakin tak pedulinya umat Islam Indonesia terhadap fatwa-fatwa tersebut, bahkan ada yang sampai menentangnya. Yang terbaru adalah fatwa haram rebounding dan foto pre weeding. Kalau yang satu ini bukan MUI yang mengeluarkannya, melainkan salah satu pesantren di Jawa Timur. Namun bisa saja fatwa yang dikeluarkan pesantren di Jawa Timur tersebut akan menjadi referensi MUI untuk mengelurkan fatwa serupa.

Kita mungkin bertanya-tanya mengapa fatwa ulama semakin tak dihiraukan oleh umat Islam sendiri. Kiranya hal ini patut menjadi introspeksi bagi para ulama. Cukup ironis jika para ulama semakin ditinggalkan oleh umatnya. Atau jangan-jangan para ulama lah yang semakin menjauhkan diri dari umatnya dengan cara memasang tembok tinggi-tinggi sambil bersabda di atas menara gading.

Mungkin banyak masyarakat Indonesia yang tak mengerti akan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama. Bukan tidak mengerti isinya, melainkan tidak mengerti mengapa hal-hal semacam rebounding, foto pre weeding, rokok, facebook, ataupun ojek wanita (tentu masih banyak yang lainnya) repot-repot diurusi oleh ulama untuk difatwakan haram. Masyarakat pun kemudian berkata, masih banyak problem di masyarakat Indonesia yang perlu peran serta ulama untuk mengatasinya dibandingkan mengeluarkan fatwa haram ini dan itu yang ujung-ujungnya juga tidak dihiraukan oleh masyarakat. Kemiskinan, pengangguran, korupsi yang merajalela, adalah beberapa di antara sekian banyak problem yang hingga kini membelit Indonesia.

Entah nanti setelah rebounding dan foto pre weeding, apa lagi yang akan diharamkan oleh para ulama kita. Yang diharapkan oleh masyarakat sebenarnya adalah kearifan para ulama dan peran serta lebih besar lagi dari para ulama dalam mengatasi problem yang dihadapi oleh masyarakat, bukan hanya jor-joran mengeluarkan fatwa haram ini dan itu. [Hanafi Mohan-Ciputat, Rabu 27 Januari 2010]

Sumber gambar: http://www.inilah.com/

Tulisan ini dimuat di: https://thenafi.wordpress.com/

Entry filed under: Beriman secara Lapang. Tags: , .

Ingatlah Selalu Dosa Kita dan Lupakanlah Kebaikan Kita HMI 63 Tahun, Riwayatmu Kini

6 Komentar Add your own

  • 1. Agung Suparjono  |  28 Januari 2010 pukul 6:05 AM

    wah yang berhak kadar dan kualitasnya fatwa adalah ulama sendiri bkan orang awam seperti kita

    Suka

  • 2. masmoi  |  28 Januari 2010 pukul 5:03 PM

    Menurut saya bukan fatwanya yang tidak berkualitas, tapi pemikiran ummat yg sudah banyak ter-infiltrasi, yang haq jadi terlihat aneh sementara yg bathil terlihat biasa saja bahkan makin akrab digandrungi ummat.
    koreksi utk diri saya pribadi dan keluarga agar lebih jeli menepis arus infiltrasi, utamanya melalui media.

    Wallahu’alam.

    Suka

  • 3. jendral  |  20 Juni 2010 pukul 4:17 AM

    wah betul bang.

    Suka

  • 4. mutiarazuhud  |  24 Juni 2010 pukul 8:08 AM

    Sebenarnya, kita bisa memahami fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama dan tentu kita yakini berkualitas dan sesuai dengan kompetensi mereka.
    Namun permasalahan sebenarnya adalah kesiapan umat muslim untuk menerima dan mengikuti fatwa tersebut.
    Sedangkan kesiapan tersebut juga merupakan tanggung jawab para ulama dalam hal ini adalah dakwah dan pendidikan umat.
    Saya telah uraikan dalam tulisan pada,
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/07/pendidikan-akhlak/
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/13/alat-atau-sarana/

    Suka

  • 5. dealer pulsa  |  7 November 2010 pukul 2:25 AM

    sangat2 sepakat sekali. MUI tapi menurutku ga pantes di sebut Ulama, terlalu bodoh atau mgkin terlalu tut2p mata atas permasalahan yang lebih serius

    Suka

  • 6. Pujex Carlox's blog  |  2 Juni 2011 pukul 4:57 PM

    […] Semakin Tak Berkualitasnya Fatwa Ulama […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 393,074 hits
Januari 2010
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Clicks

  • Tak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: