Hijrah from Postgres to Oracle

8 Desember 2010 at 12:41 PM 2 komentar


Judulnya boleh-bolehlah pakai bahasa internasional, kata Grup Rock Jamrud yaitu “Asal British“. Tapi, perhatikanlah isinya, tetap saja bahasa dalam negeri punya, yaitu Al-Lughatul Indunisiyah (maksudnya yaitu Bahasa Indonesia).

Urusan hijrah menghijrah ternyata bukan hanya di zaman Rasulullah, bukan hanya terminologi di kalangan umat Islam, bukan hanya simbol yang kosong dari nilai-nilai, bukan hanya sekedar kata-kata tanpa makna, bukan hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Yang pasti, hijrah telah merambah ke segenap sendi kehidupan kini, tak terkecuali di bidang ICT (Information and Communication Technology).

Menurut istilah dari Bapak Pimpinan kami yaitu “Migrasi” (saudaranya “Transmigrasi”, sepupunya “Imigrasi”, yang pasti bukan kerabatnya “Migrain”). Menurut temanku yaitu “Pindahan” (maklum, yang ngucapinnya adalah orang yang nge-kos yang mungkin sering berkelana berpindah-pindah tempat tinggal). Tapi aku sebagai kader Umat Islam dengan percaya diri menggunakan istilah “Hijrah“, walaupun hanya di dalam hati dan di dalam tulisan ini.

Hijrah yang dimaksud yaitu berpindah dari flatform database Postgres ke flatform database Oracle. Dalam beberapa minggu ini, perpindahan tersebutlah yang sedang kukerjakan bersama temanku di tempat kerja kami. Perpindahan ini cukup membuat mata berkunang-kunang dan jari-jemari menjadi sengal (letih, pegal, dsb), setidak-tidaknya bagi diriku, karena dalam waktu yang cukup lama dan konstan harus rela menatap monitor flat, menari-narikan jari-jemari ini pada tuts keyboards, dan menggerak-gerakkan si mungil Mouse yang untung ada scrol-nya.

Perpindahan database ini juga tak mudah dilakukan bagi yang bukan ahli di bidangnya, karena memang ada ilmu IT (Information Technology) tertentu yang harus dikuasai, lengkap dengan teknik-teknik coding programming database-nya yang tidak sehari-dua hari dipelajari. Aku sendiri dalam pekerjaan ini masih bersifat membantu rekan kerjaku yang dulunya adalah adik tingkatku ketika kuliah (bahasa kerennya yaitu asisten), karena dia sendiri lebih terfokus pada coding programming database-nya.

Kalau di dalam dunia tulis-menulis, dia (rekan kerjaku itu) penulisnya, sementara aku adalah editornya. Kalau di dalam dunia IT, dia programmer-nya, sementara aku kini cukup berpuas diri menyandang predikat sebagai asisten programmer-nya. Lebih tepatnya yaitu asisten programmer yang harus belajar lagi dari awal, karena ilmu database ini telah bertahun-tahun yang lalu kupelajari dan kemudian tak pernah kusentuh-sentuh lagi alias tak pernah kuperdalami lagi. Demi profesionalisme pekerjaan dan demi memperdalami lagi ilmu yang telah lama tak kusentuh-sentuh, tak ada rasa malu dan tak ada gengsinya belajar dari adik tingkatku (yunior/adik kelas) ketika masa kuliah dulu.

Database atau sering pula dieja basis data, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System, DBMS)..

Ilmu Database ini kupelajari dulu ketika semester awal kuliah (aku sudah lupa tepatnya semester berapa). Kalau tidak salah, kebetulan yang menjadi dosennya ketika itu adalah Bapak Pimpinan tempatku bekerja kini (ini pun berdasarkan informasi dari ingatan sekilas seorang teman akrabku sekelas dan seangkatan kuliah). Flatform database ini bermacam-ragam, tergantung kebutuhan dan besar-kecilnya space database yang di-development. Antara lain: SQL, MySQL, PostgreSQL, Oracle, dan beberapa yang lainnya. Nah, yang sedang kukerjakan bersama rekanku kini tak lain adalah Hijrah (Migrasi) dari PostgreSQL ke Oracle. Ini juga atas kemauan Bapak Pimpinan kami. Menurut rekanku itu, Oracle memang lebih “pas” untuk database yang memerlukan space yang besar, karena Oracle memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang besar. Oracle merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus bertambah besar. Bayangkan, ribuan mahasiswa serta sekian banyak dosen dan pegawai di almamaterku harus diorganisir datanya di dalam satu database. Tentunya memang selayaknya Oracle yang menjadi pilihan flatform database-nya, setidaknya untuk saat ini. Oh iya, menurut rekanku itu, selain space-nya lebih besar, Oracle juga lebih stabil dibandingkan PostgreSQL (sering juga disebut “Postgres“).

Hijrah yang digagas dan digerakkan oleh manusia paling agung sepanjang sejarah peradaban kehidupan di muka bumi ini memang selayaknya diapresiasi sedemikian rupa secara positif dan kreatif di berbagai lini kehidupan di negeri yang sedang merangkak dari keterpurukan ini, yang kebetulan negeri ini katanya menurut data statistik berpenduduk mayoritas Muslim, bahkan katanya berpenduduk beragama Islam terbesar (terbanyak) di seluruh dunia. Semoga Masyarakat Madani yang diidam-idamkan itu segera terwujud di Nusantara ini.

Puja puji syukur ke hadhirat Zat yang jiwa ini berada di tangan-Nya. Tak lupa, shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah Sang Revolusioner, Sang Penghulu Kaum Mustadh’afin, Nabi Muhammad Thaha Rasulillahi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam. Allahumma Shalli Wasallim Wabarik ‘Alayka. Tak lupa pula terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada guruku sekaligus Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Bapak Drs. M. Tabah Rosyadi, MA. yang telah memberikan peluang kepadaku untuk mengabdi di almamaterku tercinta (dulu aku biasa menyapanya dengan panggilan akrab “Abang”, karena beliau adalah senior dan alumni dari organisasi ekstra kampus yang pernah menjadi tempatku beraktualisasi ketika berstatus sebagai mahasiswa), Bapak Husni Teja Sukmana, Ph.D. yang telah memberikan kesempatan kepadaku untuk belajar dan menimba pengalaman di instansi yang dipimpinnya (dari dulu hingga kini aku lebih akrab menyapanya “Bapak”, walaupun ku tahu beliau adalah senior dan alumni dari organisasi ekstra kampus tempatku beraktualisasi ketika menyandang predikat sebagai mahasiswa), Supardi Salmoe, S.Kom. yang telah mensharing banyak pengetahuan baru dalam bidang Database kepadaku (maaf Bro jika ejaan nama loe salah tulis, maklum gw hanya nyontek dari nama yang loe pakai di FB dan YM), para rekan sekerja yang selalu menghadirkan suasana kekeluargaan, Allahyarham (Almarhum) Bapak yang telah menjadi guru terbaik bagi anak-anaknya, Emak dan segenap keluarga besarku di Kota Pontianak-Kalimantan Barat yang tak henti-hentinya memberikan support, dan kepada dia yang telah menjadi fajar hidupku yang selalu mengingatkan diri ini ketika tersalah langkah.

(Kawan, jangan protes ya kalau paragraf di atas menjadi lebih mirip Ucapan Terima Kasih pada Kata Pengantar Skripsi. Maklumlah, jari jemari ini tak mau berhenti kalau lagi asyik menulis. Tapi, ya sudahlah, terlanjur ditulis, sayang pula rasanya kalau mesti dihapus).

Begitulah sedikit cuap-cuap di Tahun Baru Hijriyah kali ini, yaitu tulisan yang campur-aduk antara sedikit wawasan keislaman, ke-IT-an, kebangsaan, dan sebagainya. Pokoknya dicampur-gaul aja kaya’ gado-gado. Maklumlah, Blogger yang satu ini sudah lama tidak memposting tulisan di Blog tercintanya ini (The Nafi’s Story).

“Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1432 H” bagi yang merayakannya. Gemakanlah selalu spirit Hijrah, demi perubahan ke arah yang lebih baik lagi bagi negeri tercinta ini, demi menegakkan misi dari ajaran yang menjadi Rahmatan lil ‘Alamin. “Damai di hati, damai di bumi, damailah selalu”. Peace, Love, Unity, and Respect. []

Hanafi Mohan
Ciputat, Selasa 1 Muharram 1432 H / 7 Desember 2010 M
20:00-23:28 WIB

Sumber gambar:
1) http://ugos.ugm.ac.id/
2) http://ratib-alathos.webs.com/

Tulisan ini dimuat di: https://thenafi.wordpress.com/

Entry filed under: Catatan Lepas. Tags: , , , , , , , , .

Isra’ Mi’raj sebagai Simbol Perpindahan Misi Kenabian Kata Kunci di Hari Ini (1)

2 Komentar Add your own

  • 1. Googlesportblog  |  13 April 2011 pukul 11:16 AM

    Salam kenal.. Makasih infonya…dari blog anda.

    Suka

  • 2. Pujex Carlox's blog  |  2 Juni 2011 pukul 4:56 PM

    […] Hijrah from Postgres to Oracle […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 393,074 hits
Desember 2010
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Clicks

  • Tak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: