Archive for Februari, 2014

Memulai menjadi Android Developer

utk Favicon_1 Apa saja tahapan-tahapan yang diperlukan sebelum memulai membuat aplikasi berbasis Android? Pada tulisan berikut ini ada jawabannya. Kebetulan yang menulisnya adalah saudara Dimas Yudha Prawira yang tak lain merupakan teman saya waktu sama-sama menempuh studi S1 di Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selamat membaca.

Dimas Yudha Prawira's Blog

Setelah lama mengunduh SDK android 2.2, akhirnya proses itu selesai juga. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagi dengan teman-teman yang ingin mulai membuat aplikasi Android.

Android pada dasarnya adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat…

Lihat pos aslinya 656 kata lagi

Iklan

28 Februari 2014 at 10:23 AM Tinggalkan komentar

Kembali Mendedahkan Bahasa Kita

Bahasa Melayu Bahasa Dunia_edit

Perjumpaan berbagai macam arus budaya yang kemudian berpusar pada dinamika masyarakat yang ada di dalamnya mau tak mau suka tak suka merupakan suatu keniscayaan. Pusaran budaya tersebut lebih dahsyatnya kemudian menjelma riak gelombang yang lambat laun mewujud ombak nan besar yang menghantam-hantam budaya di sekitarnya yang tak lain merupakan budaya pembentuknya. Ada beberapa kemungkinan yang bakal terjadi: budaya yang dihantam dilibas itu tetap berdiri namun terhuyung-huyung, budaya yang dihantam itu hancur berkeping-keping, budaya yang dihantam itu lebur ke dalam gelombang besar. Atau mungkin juga menjadi seperti pasir yang dihantam gelombang, yang terhempas ke tepian, yang butiran-butirannya bertabur-biaran terserak dilamun ombak nan garang, kemudian di suatu masa butiran-butiran pasir yang tercerai-berai itu berkumpul kembali ke tepian menjadi pantai nan indah selaksa pesona.
(lebih…)

26 Februari 2014 at 1:26 AM Tinggalkan komentar


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 431,510 hits
Februari 2014
S S R K J S M
« Okt   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Top Clicks

  • Tidak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates

  • Pernah dengar khutbah Shalat Juma'at. Sepanjang khutbahnya bercerita tentang satu mitologi Yunani Kuno. Awak kira tu khatib salah tempat lah 2 hours ago
  • Tak terlalu suka jika khutbah Shalat Juma'at tu isinya apa2 yg lagi diriuh2kan di media massa. Nampak kali khatibnya tu terbawa2 opini media 2 hours ago
  • Nama akun Twitter-nya pakai nama salah satu negeri di Borneo Barat, tapi isi twit-nya tak ada satu pun yg berkenaan dgn negeri yg dimaksud. 3 hours ago
  • Retweeted I Love Papua (@love_papua): “Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua, sekalipun ada... fb.me/AM1Pi1yJ 1 week ago
  • RT @love_papua: “Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua, sekalipun ada orang yang memiliki kepandaian tinggi, akal budi, da… 1 week ago

%d blogger menyukai ini: