Posts filed under ‘Ensi L – N’

Nabi adalah Failasuf

zak-muhammad-on-brass-plateAgama diturunkan untuk mendukung kecenderungan manusia yang hanîf sesuai dengan firman Allah dalam Q., 30: 30. Karena itu, hanîf diterjemahkan sebagai kecintaan kepada kebenaran—suatu sikap yang biasanya dimiliki oleh para failasuf. Pertanyaan yang muncul ialah, apakah failasuf bisa disebut nabi. (lebih…)

18 April 2009 at 3:34 PM 1 komentar

Madina

Sejarah mencatat bahwa kota hijrah Nabi adalah sebuah lingkungan oase yang subur sekitar empat ratus kilometer sebelah utara Makkah. Kota itu dihuni orang-orang Arab pagan atau musyrik dari suku-suku utama Aws dan Khazraj, dan orang-orang Yahudi (berbahasa Arab) dari suku-suku utama Bani Nazhîr, Bani Qaynuqâ dan Bani Qurayzhah. Kota oase itu agaknya sudah berdiri sejak zaman kuna yang cukup jauh, dengan Yatsrib atau, menurut catatan ilmu bumi Potelemius, Yethroba sebagai namanya.

Yang sangat menarik perhatian dari sudut pemikiran politik ialah tindakan Nabi Saw. untuk mengganti nama kota itu menjadi Madinah. Tindakan Nabi itu bukanlah perkara kebetulan. (lebih…)

16 Maret 2009 at 10:52 AM 2 komentar

Madani

Dalam Hijrah, di antara tindakan pertama Rasulullah Saw. segera setelah tiba di Yatsrîb ialah mengubah nama kota itu menjadi Madînah, atau, lengkapnya, Madînat al-Nabî, “Kota Nabi”. Ini bisa dibandingkan dengan perbuatan Raja Constantin dari Byzantium yang memberi nama Constantinopel (Constantinopolis, “Kota Konstantin”) kepada kota yang didirikannya. Tetapi Nabi tidaklah bermaksud untuk sekedar mengabadikan nama beliau seperti maksud raja Eropa itu. (lebih…)

15 Maret 2009 at 7:25 PM Tinggalkan komentar

Lahirnya Ilmu-ilmu Klasik Islam

Mengapa Islam sekarang ini menjadi “Islam fiqih”, memang ada sejarahnya sendiri. Ciri umat Islam klasik ialah dari segi lahiriah—kesuksesan dalam politik. Begitu Rasulullah wafat, seluruh Jazirah Arabia sudah menyatakan tunduk kepada Madinah. (lebih…)

7 Februari 2009 at 10:53 AM 1 komentar

Lahirnya Humanisme di Barat

Ketika buku-buku Ibn Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, lalu disebut sebagai Latin Averoesm atau Averoesme Latin, rupanya pembagian antara khawâs dan awam ini bagi orang-orang Eropa begitu impresif, sehingga mereka langsung mengambil kesimpulan bahwa Ibn Rusyd sebetulnya membela adanya dua kebenaran, yaitu kebenaran falsafi dan kebenaran agama, dan kedua-duanya tidak perlu dipersatukan. Akibatnya ialah mereka betul-betul membedakan antara ilmu dan agama. Itulah permulaan dari sekularisme yang sampai sekarang masih bertahan di Barat. (lebih…)

7 Februari 2009 at 10:47 AM Tinggalkan komentar


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 410,699 hits
Mei 2017
S S R K J S M
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Clicks

  • Tidak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: