Posts tagged ‘menulis’

Menulis Bagai Menyusun Puzzle

puzzle2

Menelusuri jejak langkah yang membekas di jalan setapak demi setapak dengan cara menulis, sambil mengumpulkan puzzle yang telah terserak tercerai berai entah ke mana. Menulis itu bagaikan menyusun puzzle yang ada di dalam pikiran. Dengan menulis, maka puzzle yang tercerai-berai itu tersusun menjadi sesuatu yang berarti. (lebih…)

12 Juni 2015 at 1:30 AM Tinggalkan komentar

Trackback dan Mencari Bahan Menulis Blog

Ini sebenarnya bukan tulisanku, namun tulisannya Fatih Syuhud: http://afatih.wordpress.com/

Ini kumaksudkan tadinya untuk belajar men-trackback. Mudah-mudahan berguna bagi siapa saja yang membacanya. Terima kasih Mas Fatih.

Kesulitan bahan untuk menulis di blog Anda? Buntu ‘ilham’ alias kosong inspirasi untuk update blog Anda? Tidak usah kuatir. Anda bisa nulis dalam waktu 10 menit setiap hari sambil makan siang di warteg (asal warteg-nya pake internet). Tidak usah pake ilham atau mood-mood-an segala. Tulis dg mudah dg cara praktis berikut ini:
(lebih…)

8 Februari 2009 at 8:02 AM 7 komentar

Waktu yang Ideal untuk Menulis

Dalam satu hari, sebenarnya begitu banyak waktu yang bisa kita sediakan untuk menulis. Kalaupun tidak banyak, maka mungkin ada sedikit waktu yang bisa kita sisihkan untuk aktivitas yang satu ini.

(lebih…)

21 Januari 2009 at 3:02 PM Tinggalkan komentar

Menulis dari Belakang

Rindu Menulis di Kertas

Setelah lama tidak menulis di buku (kertas), ternyata kini aku rindu juga menulis di media konvensional yang satu ini, walaupun nanti akan terjadi kerja dua kali. Maksudnya, setelah kutulis di kertas (buku), tentunya akan diketik ulang di komputer. Tapi tak apalah, karena kedua media ini memilik kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

(lebih…)

21 Januari 2009 at 2:54 PM 1 komentar

Menulis dengan Emosi

Mengutip ceramah dari seorang Doktor, bahwa menulis adalah salah satu media untuk menyalurkan emosi kita. Selain menulis, seni juga merupakan media penyaluran emosi yang begitu efektif. Orang yang memiliki jiwa seni kemungkinan juga merupakan orang yang memiliki hati yang lembut. Nah, lantas bagaimana jika emosi, seni, dan menulis menjadi satu kesatuan kegiatan? Tentunya akan menghasilkan karya yang begitu menakjubkan, seperti novel, cerpen, puisi, syair, lirik lagu, komposisi musik, dan karya-karya yang serupa yang di dalamnya merupakan gabungan emosi, seni, dan tulisan.

Jadi, bagi siapapun yang memiliki emosi yang susah dikendalikan, maka cobalah menyalurkan emosi tersebut melalui tulisan. Curahkanlah kesedihan, kesusahan, kekecewaan, kemarahan, dan emosi apapun itu melalui tulisan. Ketika tersadar dari emosi tersebut, ternyata tulisan kita sudah berlembar-lembar banyaknya. Barulah kita sadar, ternyata emosi kita sudah terekam begitu rupa di dalam tulisan. Atau bisa juga emosi tersebut dijadikan sebagai pemicu dalam menulis. Maksudnya, bisa saja tulisan kita itu tidak berhubungan dengan emosi kita, melainkan emosi tersebut hanya dijadikan sebagai pemicu dalam menulis. Ketika hal ini dilakukan, tangan ini akan terus menggoreskan pena di atas kertas, jari-jari ini akan terus menari-nari di atas tuts keyboard, hanya mata yang ngantuk yang akan menghentikannya.

Tulisan yang disertai dengan emosi biasanya menjadi tidak kering, bahasanya mengalir bagaikan arus sungai yang menuju ke laut: lambat, kadang deras, atau tak jarang juga berhenti untuk mengumpulkan tenaga. Tulisan yang disertai dengan emosi biasanya sangat enak untuk dibaca. Yakinlah, kalau ada tulisan yang tidak enak dibaca, mungkin tulisan tersebut tidak ditulis dengan emosi.

Dia meledak-ledak, mengharu-biru, membahana semesta raya, menyambar-nyambar, kilatan-kilatannya memercikkan kecemerlangan, gilang-gemilang, dan terang-benderang di semesta raya. Menulis dengan emosi adalah saat-saat terindah bagi para penulis, saat-saat yang memberikan kepuasan tersendiri bagi penulis dalam mendaki hingga mencapai puncak yang menakjubkan. Sensasi dari menulis seperti ini begitu hebatnya, bukan hanya bagi penulisnya, melainkan pembacanya pun merasakan sensasi yang luar biasa dari tulisan tersebut.

Menulis dengan emosi, sudahkah anda mencobanya? [Aan]

Ciputat, Kamis, 24 Juli 2008 Pukul: 20.43-21.54 WIB

12 Desember 2008 at 11:42 AM 6 komentar


Selamat Berkunjung

Selamat datang di:
Laman The Nafi's Story
https://thenafi.wordpress.com/

Silakan membaca apa yg ada di sini.
Jika ada yg berguna, silakan bawa pulang.
Yg mau copy-paste, jgn lupa mencantumkan "Hanafi Mohan" sebagai penulisnya & Link tulisan yg dimaksud.

Statistik

Blog Stats

  • 498.836 hits
Desember 2019
S S R K J S M
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Clicks

  • Tidak ada
Powered by  MyPagerank.Net
free counters
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

Twitter Updates


%d blogger menyukai ini: