Pentadbir


Hanafi Mohan, lahir dan besar sebagai Budak Melayu di Kampong Timbalan Raje (Kampong Tambelan) – Negeri Pontianak – Borneo Barat. Dari tingkat SD hingga SMK/STM bersekolah di Negeri Pontianak (SDN 11-Pontianak Timur, Madrasah Diniyah Awaliyah Haruniyah-Pontianak, SMPN 4-Pontianak, SMKN 4 / STM 2-Pontianak).

Setelah usai mengkhatamkan pelajaran di SMK/STM, kemudian menjadi musafir ke Negeri Betawi, hinggalah kini bermukim di Tanah Betawi. Saat ini berstatus sebagai Alumni Mahasiswa Teknik Informatika dari salah satu perguruan tinggi negeri di Tanah Betawi. Ketika kuliah juga aktif pada salah satu Organisasi Ekstra Kampus. Kini mengabdi di almamater tercinta.

Hobi: membaca, menulis, dan bermain musik (begitulah yang biasanya ditulis pada Curriculum Vitae). Akhir-akhir ini juga meminati sastera, sejarah, dan budaya, serta sedikit-sedikit lagi mendalami dan mengutak-atik mendesain Website.

10 Komentar

  • 1. eyanghakimi  |  15 Juli 2008 pukul 12:17 AM

    bara bata dalam tungku, merah marak,terbakar sadar gentar gemetar,tak ada tempat untuk bersandar, satu tubuh halus kasar, terusik yang sendiri, sendiri dalam tungku bara merah marak,telah kutiti buih dengan rintih, telah kukenyam sepi dalam pedih,
    tersayat relung hati diturih, kelopak mata kelopak bunga, embun basah menimang resah, dalam dekap gelisah patah, ada mati yang dinanti, dan pasti,bara merah marak , sendiri terbakar, sadar, gemetar

    Suka

  • 2. ang  |  3 Desember 2008 pukul 1:04 AM

    yakin sampai, fi…

    Suka

  • 3. ressay  |  9 Januari 2009 pukul 6:58 AM

    sampai mana? sampai mana aja?

    Suka

  • 4. Asep Sofyan  |  9 Januari 2009 pukul 12:11 PM

    Han, sory sy gak bisa datang di undanganmu untuk jadi penulis. Kalau ada tulisanku yang pantas ditampil di sini, ambil saja. Ok coy.

    Suka

  • 5. F4iz  |  30 Desember 2009 pukul 5:54 PM

    nice blog…..

    Suka

  • 6. Saiful ghozi  |  27 Februari 2010 pukul 6:48 AM

    salam kenal…

    Suka

  • 7. Khairudin  |  10 Mei 2010 pukul 8:48 AM

    Memang benar Kampung Tambelan Sampit itu agak religius.
    Saya pernah ke sana.Waktu subuh ramai yg solat berjemaah di surau atau masjid.
    Kirim salam pada Bang Mail yang selalu minum kopi pancung.

    Suka

  • 8. rona  |  1 Juni 2010 pukul 4:33 AM

    lam kenal penulis dari yang ingin belajar menulis

    Suka

  • 9. andy kw  |  14 November 2010 pukul 11:20 AM

    semangatlah terus melanjutkan blog seperti ini.

    Suka

  • 10. Pujex Carlox's blog  |  2 Juni 2011 pukul 4:55 PM

    […] Tentangku […]

    Suka

Trackback this post


%d blogger menyukai ini: